Agam

Diduga Derita Penyakit Adrami Ditemukan Tewas di Kolam Pembibitan Ikan Nila

Bayua, kaba12.com — Warga Bayua, kecamatan Tanjung Raya, Senin,(15/7) digemparkan dengan penemuan mayat di kawasan pembibitan ikan nila di wilayah itu.

Warga menemukan Adrami,(52) warga Bayua, tergeletak di tengah sawah kolam pembibitan ikan nila daerah Baru Carano Limau Hantu, Jorong Lubuk Anyia Nagari Bayur, Senin, (15/7) sekitar pukul 14.00 WIB. Diduga korban meninggal di lokasi kejadian akibat sakit yang dialaminya.

Penemuan mayat di kompleks pembibitan ikan nila itu dibenarkan Kapolres Agam, AKBP Ferry Suwandi melalui AIPTU.Septa Beni Putra, Paursubbag Humas Polres Agam menjawab kaba12.com.

Dijelaskan, pihak kepolisian mendapat laporan adanya penemuan mayat oleh masyarakat, sehingga tim kepolisian langsung datang ke lokasi untuk olah TKP serta memeriksa kondisi mayat korban.

Dijelaskan Beni, korban diketahui bernama Adrami (52) warga Labuah Tunggang, jorong Lubuak Anyia, nagari Bayua, kecamatan Tanjung Raya, ditemukan dengan posisi tertelentang di tengah kolam, ” penyebab korban tewas masih dalam proses penyelidikan, namun korban diinformasikan menderita penyakit lever,” sebut Beni.

Dijelaskan Kapolres Agam melalui Septa Beni Putra, sesuai informasi yang dihimpun di lapangan, kronologis kejadian korban dilihat warga pergi ke kolam pembibitan ikan nila seorang diri, sekitar pukul 11.30 WIB.

Mayat korban pertama kali ditemukan Faisal, (51) warga Jorong Banda Tangah Nagari Bayur sekitar pukul pukul 14.00 WIB, dimana Adrami ditemukan berada ditengah sawah dalam posisi terlentang.

Faisal yang panik mendapati kondisi Adrami tersebut, langsung berteriak minta tolong dan memberitahukan hal itu pada masyarakat sedang bekerja disawah mereka yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

Mendengar teriakan minta tolong itu warga langsung berdatangan ke lokasi penemuan mayat Adrami itu, dan memeriksa kondisi korban.

” Diduga korban sudah tidak bernyawa lagi, namun oleh masyarakat bersama para saksi, korban diangkat dan dibawa ke Puskesmas Maninjau guna memastikan kondisi korban,” jelasnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan di Puskesmas Maninjau oleh Dr. Wulan bersama para medis, diperkirakan korban sudah meninggal pukul 14.05 WIB dan ditubuh korban tidak ditemukan adanya tanda – tanda kekerasan.

Terkait kasus ini pihak keluarga korban telah membuat pernyataan dan mengikhlaskan kepergian korban sebagai musibah. Walau demikian, pihak Polres Agam tetap melakukan visum dan olah TKP.

HARMEN

To Top