Tanah Datar, KABA12.com — Tim Fun Trip Pembangunan Pariwisata Sumbar secara khusus datangi kabupaten Tanah Datar, Rabu (24/01) untuk melakukan pemetaan potensi destinasi wisata yang ada di Luhak Nan Tuo itu. Rombongan yang dipromotori Balitbang provinsi Sumatera Barat memboyong 20 anggota dari tiga kementerian, Pariwisata, Perhubungan, PUPR, pelaku ASITA, OPD terkait serta wartawan senior dari PWI Pusat dan Sumbar.
Dalam ekspos pemda Tanah Datar yang disampaikan Sekretaris Daerah Drs. Hardiman menjelaskan bahwa potensi Tanah Datar cukup banyak dan itu terus dibenahi secara bertahap. Selain mengunggulkan Istano Basa Pagaruyung, pemerintah setempat juga tengah fokus mengembangkan Nagari Tuo Pariangan, yang telah diakui sebagai negeri terindah di dunia.
“Selain Pagaruyung kita tengah fokus mengembangkan Nagari Tuo Pariangan, bagaimana infrastruktur, fasilitas umum dan hal lain untuk mendukung objek yang dijuluki negeri tetindah di dunia oleh salah satu majalah terbitan Amerika beberapa tahun lalu,” ujarnya.
Ia menyebutkan, pariwisata Tanah Datar mungkin belum sama dengan Bali yang masih mempertahankan kebudayanya dengan kuat. Namun hal itu akan dijadikan contoh untuk diterapkan di Nagari Tuo Pariangan.
Menanggapi ekspos yang disampaikan Sekda Tanah Datar, rombongan fun trip yang dibentuk dalam rangka memeriahkan HPN 2018 yang secara nasional kegiatannya di pusatkan di Sumbar memberikan beberapa masukan. Seperti, masih kurangnya fasilitas umum, aksesibilitas trasportasi, penataan konsep bangunan, penataan penjual cendera mata, tour guide dan belum adanya sentra kuliner di Nagari Tuo Pariangan.
“Aksesibilitas transportasi di Nagari Tuo Pariangan masih belum mendukung lantaran jalan yang masih sempit dan dibangun seadanya. Keasliannya masih ada namun tidak terpelihara dengan baik. Serta masih nampak beberapa bangunan yang masih menyimpang dari konsep keaslian, perlu adanya standar yang harus ditetapkan sehingga adanya ciri khusus yang dapat dipertahankan,” ujar Ade Candra Dewi dari Kementrian Perhubungan.
Sementara itu, DKP PWI Sumbar Basril Basyar mengatakan, nilai jual wisata daerah itu dapat bernilai tinggi jika didukung dengan adanya tulisan tentang kepariwisataan, sehingga bisa menarik perhatian wisatawan, “nilai jual wisata itu cerita, jadi perlu dikemas dengan baik, perlunya ada tulisan-tulisan yang menceritakan tentang sesuatu yang menjadikan wisatawan tertarik,” sebutnya.
Balitbang provinsi Sumbar, Endri Putra menambahkan, kunjungan rombongan fun trip ke Tanah Datar untuk menunjang perkembangan pariwisata di daerah itu sendiri. Nantinya, hasil yang diperoleh dari fun trip akan dibahas lagi dalam FGD yang akan menghasilkan rekomendasi-rekomendasi untuk pembangunan dan pengembagan pariwisata di wilayah Sumabar kepada pemerintah pusat.
“Kegiatan fun trip ini bertujuan untuk menunjang pengembangan pariwisata di Sumatera Barat, disamping dalam rangka peringatan HPN 2018 yang nantinya akan diselenggarakan di Padang pada 9 Februari mendatang. Dari penyampaian keluhan yang dipersoalkan daerah hari ini akan dijadikan sebagi bahan dalam FGD untuk menghasilkan rekomendasi yang nantinya akan disampaikan pada pemerintah pusat, sehingga kawasan pariwisata yang menjadi prioritas daerah dapat terealisasikan dengan cepat,” tutupnya.
(Jaswit)