Kaba Terkini

Darurat LGBT Dibahas Majelis Taklim “ Fenomena Gunung Es Mengerikan”

Lubukbasung, kaba12.com — Kasus LGBT yang marak dibahas sampai ke tingkat nasional menjadi fenomena gunung es yang dampaknya sangat mengerikan dan harus diwaspadai sebagai wabah menakutkan dengan memperkuat iman-taqwa anak-anak generasimuda masa depan setiap keluarga.

Membentengi keluarga dengan kekuatan iman dan kekuatan mental adat yang kokoh menjadi antisipasi paling efektif, karena pengaruh LGBT bisa sangat cepat menjalar ditengah masyarakat, dibuktikan dengan perkembangan kasus LGBT di Sumatera Barat sangat “mengerikan” dan harus diantisipasi bersama.

Hal itu, benang merah yang dirangkum kaba12.com dalam pengajian rutin bulanan majelis taklim Ash-Sholihah di masjid Panti Asuhan Putra Muhammadiyah, Padang Baru, Lubukbasung, kemarin.

Taklim dengan penceramah Rahmi Natasha, SKM dan Sriana, S,Pdi dihadiri sekitar 100 orang anggota majelis taklim yang mayoritas mengaku prihatin dan kecewa dengan maraknya kasus LGBT di Sumbar, bahkan di Lubukbasung yang makin meresahkan masyarakat saat ini.
Ceramah 2 ustazah yang membedah tema Indonesia Darurat LGBT itu merupakan pengajian rutin bulanan yang digelar di berbagai tempat, membahas berbagai terkait dengan masalah-masalah sosial, keagamaan dan hal-hal lain yang intinya mendorong pemamahan serta kekuatan iman jamaah.

Dalam pemaparannya, dua ustazah itu menyebut, maraknya perilaku LGBT saat ini, menjadi fenomena gunung es, tanpa diatas kecil, namun endapan ancaman buruknya sangat luar biasa mengerikan, baik penyimpangan terhadap akidah agama, juga ancaman penyakit menular yang ditimbulkan,seperti kanker anus, kanker mulut, kutil kelamin, HIV/AIDS dan penyakit menular mematikan lainya.

“ Semua pihak harus berperan memberikan pemahaman tentang bahaya dan dampak mengerikan kasus LGBT bagi masyarakat, perkuat keimanan, perkuatan keluarga dan berikan penjelasan kebenaran bahaya LGBT bagi masyarakat, dalam beragam aspek, baik aspek agama, sosial, kesehatan dan lainnya, “ sebut Rahmi Natasha dan Sriana.

Masalah kasus LGBT sengaja diangkat majelis itu, sebut Hasneril, salah seorang pengurus majelis taklim itu, sebagai wujud keprihatinan dan kekuatiran akan bahaya mengerikan LGBT dengan berbagai dampak buruk yang dialami masyarakat, sehingga tema Indonesia Darurat LGBT sengaja diangkat sebagai bahan kajian bersama dalam upaya membangun kewaspadaan bersama dengan seluruh masyarakat.

“ Jamaah yang kuatir dengan dampak sosial, agama, bidang kesehatan dengan ancaman penyakit menular mematikan yang ditimbulkan, menjadi agenda bahasan majelis taklim, untuk memberi penjelasan tentang bahaya dan upaya mengantisipasi menjalarnya LGBT dimulai dari diri dan keluarga, “ sebut Hasneril lagi.

(Harmen)

To Top