Maninjau, KABA12.com — Ribuan ikan budidaya keramba jaring apung (KJA) di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam mengalami mati mendadak secara massal. Kematian ikan terjadi sejak Kamis kemarin, dan Jum’at (18/11).
Camat Tanjung Raya, Roza Syafdefianti mengatakan, kematian ikan budidaya jenis nila tersebut terjadi di Jorong Tanjung Sani, Nagari Sungai Batang. Ia menyebut, berdasarkan data yang diperoleh pihaknya, ikan mati tercatat sebanyak 45 ton.
“Ada 45 ton ikan KJA yang mati massal di Jorong Tanjung Sani, Nagari Sungai Batang. Jumlah itu didapat dari hasil tinjauan kami bersama Dinas Perikanan- Ketahanan Pangan serta Dinas Lingkungan Hidup tadi pagi,” kata Roza Syafdefianti kepada KABA12.com, Jum’at.
Ia menyebutkan, penyebab kematian ikan itu terjadi akibat cuaca ekstrem yang melanda Kecamatan Tanjung Raya sejak beberapa hari terakhir. Cuaca hujan deras disertai angin kencang menimbulkan pembalikan masa air sehingga menyebabkan oksigen di dalam danau berkurang.
“Kadar oksigen di dalam danau menurun akibat cuaca ekstrem sehingga menyebabkan ikan di dalam keramba mati massal,” ujarnya.
Lebih lanjut disebutkan, sebelumnya ikan budidaya tersebut mengalami pusing (maangai) ke permukaan danau lalu mati secara mendadak.
Selain itu, pihaknya juga menghimbau para petani KJA yang mengalami kematian ikan untuk tidak membuang bangkai ikan ke permukaan danau karena akan berdampak pada pencemaran lingkungan.
“Kami juga menghimbau para petani KJA lain untuk segera memindahkan ikan ke kolam di darat agar tidak terjadi kematian ikan secara meluas,” jelasnya.
Saat ini, petugas penyuluh perikanan sudah turun ke beberapa nagari untuk mendata jumlah ikan yang mengalami mati secara massal.
“Untuk informasi terbaru mengenai kematian ikan belum diperoleh, karena saat ini penyuluh perikanan masih di lapangan,” katanya.
Sementara informasi yang diperoleh KABA12.com, ikan budidaya KJA lain yang berada di sejumlah nagari di Kecamatan Tanjung Raya saat ini mengalami pusing (maangai) akibat kekurangan oksigen.
Selain Nagari Sungai Batang, ikan KJA di nagari lainnya juga mengalami pusing, seperti Tanjung Sani, Koto Malintang, Koto Gadang VI Koto, Koto Kaciak, Bayua, dan Maninjau.
Selain itu, jumlah kematian ikan diprediksi akan bertambah karena banyak ikan yang saat ini ‘maangai’ akibat kurangnya oksigen di dalam danau.
Diketahui, kematian ikan yang terjadi pada November ini merupakan kejadian yang kedua kalinya pada tahun 2022, setelah sebelumnya peristiwa serupa juga terjadi pada bulan Februari lalu.
(Bryan)