Agam
Dampak Hujan Lebat, Agam Dihantam Beragam Bencana
Lubukbasung, kaba12.com — Dampak hujan lebat disertai angin kecang sepanjang Sabtu kemarin, memicu beragam bencana di beberapa wilayah. Informasi yang dihimpun kaba12.com, kawasan yang terdampak bencana kemarin, terutama wilayah Tanjung Mutiara, Lubukbasung dan Malalak.
Data yang dihimpun menyebutkan, dampak hujan lebat sepanjang Sabtu, menyebabkan ruas jalan penghubung antara Cacang Tinggi-Bukik Malintang, nagari Tiku Utara, kecamatan Tanjung Mutiara terputus total.
Sebelumnya ruas jalan ini, juga pernah terputus akibat hantaman luapan sungai Batang Tiku yang semakin dangkal, sehingga luapan air mengikis ruas jalan sepanjang alur sungai dan areal persawahan penduduk setempat.
Hujan lebat dan angin kencang juga memicu banjir yang merendam beberapa rumah penduduk dan ruas jalan di Gasan Ketek dan Sungai Nibuang, nagari Tiku Selatan, kecamatan Tanjung Mutiara.
Rumah warga yang terdampak banjir, Sabtu malam sudah dievakuasi,dan perangkat rumah tangga warga yang terkena banjir sudah diamankan pemiliknya.
Dampak hujan lebat dan angin kencang Sabtu, juga menyebabkan ruas jalan Balingka-Malalak-Sicincin longsor di beberapa titik. Yang cukup besar, terjadi di kelok Sarai, Malalak yang menyebabkan aktivitas lalulintas yang menjadi jalur utama sepanjang lebaran lalu, tersekat.
Penanganan sudah dilakukan langsung oleh pemerintah kecamatan yang berkoordinasi dengan jajaran BPBD dan DPU Sumbar untuk pembersihan ruas jalan yang terdampak longsor.
“ Kita sudah lakukan langkah penanganan di lapangan, dengan meminta camat dan pemerintah nagari turun ke lokasi kejadian untuk melakukan langkah darurat di lapangan, “sebut Asisten I Sekab Agam Rahman, yang memantau perkembangan penanganan pasca musibah di beberapa titik tersebut.
Rahman menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, menyusul perubahan cuaca yang selalu mendadak tersebut. Bahkan, asisten I Sekab Agam itu menginstruksikan seluruh jajarannya untuk siaga penuh, mengantisipasi dampak terhadap masyarakata, khususnya di kawasan yang dikenal rawan bencana.
(Jaswit)