Lubukbasung, kaba12.com — Dampak hujan lebat yang terjadi sepanjang Sabtu-Minggu kemarin memicu beragam musibah di kabupaten Agam. Tercatat 3 musibah terparah di berbagai wilayah di kabupaten Agam.
Informasi yang dihimpun kaba12.com, dampak hujan lebat menyebabkan 1 korban anak balita Ahmad Mufadel Afif (4) tewas ditimbun tanah longsor di Kasiak, jorong Baruah Nagari Padang Tarok, Baso.
Korban tewas akibat tertimbun longsoran pasir di lokasi pengambilan pasir saat bermain dekat neneknya yang ikut mengumpulkan pasir di lokasi kejadian. Korban, sudah dimakan keluarga setelah dievakuasi warga bersama tim PMI Baso.
Dampak hujan lebat juga memicu banjir besar di nagari Batu Palano, kecamatan Sungai Pua akibat tumpahan air dari dranase yang merendam pemukiman penduduk. Evakuasi dan pembersihan sudah dilakukan tim gabungan dibawah kendali Kabid.KL BPBD Agam Wahyu Bestari bersama tim Dinsos Agam, pemerintah kecamatan dan nagari Sungai Pua.
Kemudian, curah hujan yang tinggi juga memicu ambruknya ruas jalan utama di Cacang Randah, nagari Tiku Utara, kecamatan Tanjung Mutiara, yang menyebabkan jalur jalan Cacang Randah-Bukik Malintang terputus karena ruas jalan digerus air sungai yang meluap.
Ruas jalan itu sudah diatasi tim gabungan dibawah camat Tanjung Mutiara Yogi Astarian yang turun ke lokasi kejadian Minggu dini hari, dan ruas jalan yang putus sudah berhasil disambung dengan timbunan tanah, sehingga sudah bisa dilewati kendaraan, termasuk rombongan bupati Agam yang melakukan safari Ramadhan di Bukik Malintang.
Asisten I Sekab Agam Rahman,S,Ip,MM yang memantau proses penanganan tiga musibah yang terjadi di tiga kecamatan pasca hujan lebat yang merata mengguyur wilayah Agam sepanjang Sabtu-Minggu, menyebutkan, musibah yang terjadi sudah bisa diatasi secara darurat oleh tim gabungan yang langsung terjun ke lapangan.
Secara khusus,Rahman, mengungkap salut dan berterimakasih, atas pro-aktif jajaran pemerintah nagari dan kecamatan, lembaga sosial yang ada seperti PMI, KSB serta OPD terkait dalam menangani dampak bencana yang terjadi, “ gerak cepat, sangat menentukan penanganan pasca bencana, dan itu sudah dilakukan di lapangan, “sebutnya.
Disisi lain Rahman menghimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan karena curah hujan masih tak menentu sejak awal Ramadhan lalu. Diharapkannya, gerak cepat, cepat tanggap, pro-aktif dan dukungan semua unsur, tetap dimaksimalkanya, sehingga bisa menekan dampak pasca bencana yang terjadi.
(Ardi)