Kaba Agam

Dampak Bencana Galodo, Harga Bahan Pokok di Agam Naik

Maninjau, KABA12 — Harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional di Kabupaten Agam mengalami kenaikan akibat faktor cuaca dan bencana alam galodo yang terjadi di sejumlah wilayah di Sumatera Barat beberapa waktu lalu.

Pantauan KABA12, Selasa (21/5) di Pasar Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, sejumlah komoditas seperti bawang merah, terong, hingga daun sop mengalami kenaikan cukup signifikan.

Yeni, salah seorang pedagang bahan pokok mengaku, kenaikan harga sudah terjadi semenjak bencana banjir bandang/galodo melanda sejumlah wilayah di Sumbar.

“Sejak bencana galodo di Agam dan Tanah Datar banyak harga bahan pokok yang naik, seperti cabai merah keriting, bawang merah, labu siam, daun sop, hingga bawang bombay,” ujarnya kepada KABA12, Selasa.

Ia merincikan, harga cabai merah keriting kualitas baik saat ini dijual seharga Rp70 ribu per kilogram, sebelumnya Rp50 ribu. Bawang merah Rp 50 ribu per kilogram sebelumnya Rp 35 ribu, daun sop Rp 35 ribu sebenarnya Rp 25 ribu, terong Rp 14 ribu sebelumnya Rp 8 ribu, dan bawang bombay Rp 60 ribu per kilogram sebelumnya Rp 30 ribu.

“Cabai rawit hijau juga ikut naik, sekarang dijual Rp 30 ribu per kilogram, sebelumnya Rp 25 ribu,” katanya.

Sedangkan jenis bahan pokok yang dijual dengan harga standar yaitu bawang putih Rp 40 ribu per kilogram, wortel Rp 15 ribu per kilogram, tomat Rp 15 ribu per kilogram, kol Rp 5 ribu per kilogram, dan kentang Rp 14 ribu per kilogram.

Ia menambahkan, kenaikan harga disebabkan oleh banyaknya komoditi bahan pokok yang rusak dan busuk akibat cuaca ekstrem. Selain itu para petani di wilayah produksi seperti Agam bagian Timur, Padang Panjang, dan Tanah Datar merugi akibat lahan pertanian mereka rusak diterjang banjir lahar dingin Gunung Marapi pada 11 Mei 2024 lalu.

“Bencana banjir bandang menyebabkan lahan pertanian masyarakat banyak yang rusak dan gagal panen,” jelasnya.

Sementara itu, Dinas Pertanian Kabupaten Agam mencatat luas areal pertanian masyarakat yang terdampak bencana banjir bandang mencapai 323,65 hektar yang tersebar di sejumlah kecamatan. Jumlah itu meliputi 303,85 hektar areal tanaman pangan, dan 19,8 hektar tanaman holtikultura.

Sedangkan jumlah kerugian di sektor pertanian akibat bencana tersebut mencapai Rp 17,5 miliar.

(Bryan)

To Top