Kaba Terkini
Dalam Sehari, 7 Kecamatan di Agam Didera Bencana
Lubukbasung,kaba12 — Dampak curah hujan tinggi di kabupaten Agam dalam dua hari terakhir memicu serangkaian bencana di 7 kecamatan. Mayoritas dampak kebencanaan yang terjadi, terutama longsor dan banjir yang memicu kerugian cukup besar.
Infromasi yang diperoleh kaba12, sepanjang Selasa-Rabu, (2-3/1) terjadibencana banjir dan longsor di kecamatan Lubukbasung, Ampek Nagari, Palembayan, Tanjung Raya, Matur, IV Koto dan Banuhampu yang seluruhnya sudah dalam penanganan tim gabungan BPBD Agam.
Seperti disebutkan Bambang Warsito, kepala BPBD Agam yang memantau penanganan pasca bencana banjir dan longsor di posko utama BPBD Agam bersama Asisten I Sekab.Agam Rahman, Rabu,(3/1) dini hari, seluruh personil BPBD Agam dibantu personil Satpol.PP-Damkar, jajaran TNI-Polri, pemerintah nagari dan kecamatan serta para personil KSB bergerak serentak di lapangan untuk membantu penanganan dampak bencana.
Bahkan, penanganan banjir di Sungai Buluah, Cingkariang, Kecamatan Banuhampu, BPBD Agam dibantu tim Damkar Kota Bukittinggi untuk membantu penyedotan tumpahan banjir di pemukiman warga bersama tim Damkar Kabupaten Agam.
“ Secara khusus, penanganan awal sudah dilakukan, dan ditindaklanjuti Rabu khususnya pembersihan material longsor di beberapa titik, termasuk material banjir yang memasuki rumah penduduk dan sarana pelayanan pemerintah lainnya, “ jelas Bambang Warsito.
Kepala BPBD Agam itu mengakui, Kabupaten Agam didera serangkaian dampak kebencanaan sepanjang bulan Desember 2023 lalu yang diawali oleh erupsi Gunung Marapi yang menyebabkan 24 pendaki meninggal dunia akibat terjangan awan panas, berlangsung banjir bandang di Sungai Rangeh, dan serangkaian musibah longsor di berbagai kecamatan yang juga menyebabkan korban jiwa di Padang Tarok, Baso.
“ Awal tahun 2024 kita juga dihadapkan dengan serangkaian dampak kebencanaan, menyusul cuaca ektrem dengan pola curah hujan yang tinggi, “ sebut Bambang Warsito.
Sesuai prediksi BMKG, dampak cuaca buruk masih berpotensi terjadi hingga Februari mendatang sehingga diharapkan seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama jika beraktivitas di luar rumah mengingat potensi curah hujan masih tinggi.
(HARMEN)