Kaba Kuliner

Dakak-Dakak Simabua, Jajanan Batusangkar

Dalam perjalanan dari Padangpanjang menuju Batusangkar , diJl Raya Simabur, Batusangkar ada sebuah rumah bertuliskan Tungku dakak-dakak di tepi jalan yang menjajakan Makanan.

Simabur adalah salah satu nama Nagari yang terletak di Tanah Datar.

Di bangunan yang bertuliskan tungku dakak-dakak ini selain sebagai tempat menjual, ternyata sekaligus merupakan rumah produksi, sehingga kita bisa mencicipi hasil berbagai produksi yang jual disitu langsung dari tungku (kalau mau) dalam keadaan hanga-hangat.

Dakak-dakak bentuknya seperi kerupuk dalam ukuran mini, terbuat dari bahan dasar tepung beras yang tentu saja sudah dicampur dengan bumbu-bumbu hingga rasanya gurih dan kalau dimakan menimbulkan bunyi kriuk-kriuk renyah.

Cara mengolah makanan ini, aduk adonannya kemudian menipiskannya pada sebuah papan lalu dengan menggunakan batok kelapa yang diberi lubang di beberapa tempat di tengahnya dengan diameter kira-kira dua sentimeter, maka akan dihasilkan potongan-potongan bahan berbentuk seperti mi, barulah setelah adonan siap dalam jumlah banyak, akan dimasukkan ke dalam minyak panas yang telah siap di atas tungku, digoreng hingga warnanya agak kekuningan.

Selain dakak-dakak, ada juga makanan ringan yang disebut dengan sebutan Kue bunga durian.

Cara membuatnya hampir sama dan bahan dasar nya pun juga tak jauh beda, tapi di taburi daun Perei (daun bawang).

Dengan menggunakan batok kelapa yang selain berfungsi untuk menipiskan, batok kelapa yang ditengahnya juga sudah diberi celah berupa dua garis yang bersilangan hingga membentuk tanda tambah (+) atau tanda kali (X) ini berfungsi pula sebagai alat cetakan. Bentuk yang dihasilkannya bagus, benar seperti bunga.

(Sumber: Kompasiana.com)

To Top