Lubukbasung,kaba12 — Kondisi cuaca buruk yang kembali melanda Kabupaten Agam sejak awal tahun 2026,memicu ketakutan warga, terutama yang berada di wilayah kecamatan terdampak bencana sejak November 2025 lalu.
Sejak Kamis hingga Jumat, (1-2/1/2025), curah hujan dengan itensitas tinggi disertai angin kencang merata terjadi di berbagai kecamatan, sehingga di berbagai titik, kembali dihantam longsor dan banjir bandang susulan, terutama di kecamatan Tanjung Raya, Matur, Palembayan dan Malalak.

Informasi yang diperoleh kaba12, warga di kawasan terdampak bencana sebelumnya memilih bertahan di tempat pengungsian dan tidak berani keluar. Bahkan, masih banyak yang trauma jika mendengar suara gemuruh dan hujan lebat, tidak hanya anak-anak, tapi juga orang dewasa.
Malah, informasi yang diperoleh kaba12, warga di wilayah kelok 42 ruas kelok 44, dihantui ketakutan dampak banjir bandang yang terjadi di wilayah Tanjung Raya dan Matur, sehingga warga sejak Kamis kemarin, memilih meninggalkan rumah dan mengungsi di tempat lain.


Ketakutan warga itu diamini Kapolsek Matur AKP.Nofriandi yang bersama Walinagari Matua Mudiak, yang menyebut warga di area kelok 42 itu, trauma dengan kejadian longsor di berbagai wilayah, walau warga yang memilih mengungsi di tepi jalan dengan tenda yang diserahkan posko penanganan bencana Matur, justru jauh dari jangkauan longsor, “kita memahami kondisi psikologis warga dan akan terus memantau perkembangan di lapangan, dan sudah mendatangi warga di kawasan itu, “sebut Kapolsek Matur.

Kondisi serupa juga terlihat di Maninjau, Sungai Batang, Bayua, Duo Koto, dan beberapa kawasan lain di Kecamatan Tanjung Raya termasuk di Salareh Aia, Palembayan, Kecamatan Malalak dan Palupuah yang hingga kini masih dibayangi ketakutan akan terjadinya banjir bandang dan longsor.

Sementara informasi yang diperoleh kaba12, hingga menjelang shalat Jumat, (2/1/2026), curah hujan di mayoritas wilayah Kabupaten Agam masih sangat tinggi, sehingga dikuatirkan akan memicu terjadinya banjir dan longsor susulan di beberapa titik, terutama di banyak titik rawan terdampak.
(HARMEN)