Kaba Terkini

CEK KLIK Cara Cerdas Konsumen Sebelum Beli Obat dan Makanan

Bukittinggi, KABA12.com — Untuk memastikan obat dan makanan aman digunakan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Padang, ajak konsumen untuk memilih pangan aman dengan melakukan Cek KLIK. Cara cerdas tersebut disampaikan Ade Rezki Pratama SE, MM Anggota Komisi IX DPR RI pada kegiatan bertajuk Komunikasi informasi edukasi obat dan makanan aman bersama tokoh masyarakat, di Aula Univeraitas Fort De Kock, Bukittinggi, Jum’at (03/12).
 
Anggota DPR RI, Ade Rezki Pratama, menyampaikan, BPOM salah satu mitra dari Komisi IX DPR RI. Hari ini  sengaja dilakukan sosialisasi ke daerah pemilihan untuk menberikan informaai terkait betapa pentingnya bagi masyarakat kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam untuk waspada dan cerdas memilih memilah dalam menggunakan obat, kosmetik dan makanan.
 
“Saat ini masih banyak ditemukan gudang penyimpanan kosmetik berbahaya di sekitar kota Bukittinggi. Dari hasil pemeriksaan, di dalam kosmetik tersebut terkandung zat berbahaya yang dapat mengancam kesehatan penggunanya,” jelasnya.
 
Ade menambahkan, di tengah masyarakat banyak ditemukan kosmetik, obat dan makanan yang mengandung zat berbaya, sebagian masyarakat banyak tertipu oleh iklan yang mempromosikan produk obat dan kosmetik yang memberikan efek praktis dengan harga murah. Namun, efek samping yang dihasilkan mengancam kesehatan penggunanya. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Ade Rezki Pratama mengajak masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas dengan cara cek klik sebelum membeli kosmetik, obat dan makanan.
 
Dra. Fifiyani, koordinator substansi informasi dan komunikasi BBPOM Padang, memaparkan, sebelum memilih obat dan makanan masyarakat harus teliti.

Pertama, cek kemasan dengan memastikan kemasan selalu dalam kondisi sempurna. Jika kemasannya kaleng, jangan sampai penyok, menggelembung, terbuka tutupnya ataupun rusak dan jangan sampai makanan yang kita konsumsi mengganggu kesehatan.
 
“Kedua, cek label pada makanan. Minimal, ada 6 faktor yang harus dicantumkan diantaranya nomor izin edar, komposisi, nama produk, jenis, kode produksi dan tanggal kedaluwarsa. Pastikan selalu baca label makanan yang akan dibeli. Ketiga, cek izin edar dengan memastikan selalu bahan pangan yang akan kita beli memiliki izin edar dari BPOM. Bahan pangan yang memiliki izin edar biasanya mencantumkan nomor registrasi dari BPOM dan memberikan pengamanan bahan pangan dengan tanda khusus untuk produk non halal,” jelasnya.
 
Keempat, lanjut Fifiani, pastikan selalu cek tanggal kedaluwarsa. Mengkonsumsi bahan pangan yang sudah lewat tanggal kedaluwarsanya beresiko tinggi. Selain kualitas makanan sudah berkurang atau hilang, bisa jadi bahan pangan mengalami perubahan komposisi kimia tertentu yang berbahaya.
 
Kegiatan KIE juga dihadiri perwakilan Kepala Pengawasan BPOM Payakumbuh, Khairul Hamid dan Wakil Rektor II Universitas Fort De Kock Bukittinggi l, Ns. H. Silvia, S. Kep,M.Biomed. KIE kali ini menghadirkan 500 orang peserta dari berbagai lapisan masyarakat. Diakhir kegiatan, Ade Rezki Pratama juga mengimbau masyarakat yang belum divaksin untuk segera mengikuti vaksinasi covid 19, karena hingga saat ini pemerintah terus menggencarkan vaksinasi covid-19 untuk membentuk kekebalan komunitas atau herd immunity. Indonesia memiliki target untuk memvaksinasi 77 persen dari jumlah populasi penduduk Tanah Air atau 208,2 juta orang. Oleh karena itu, percepatan vaksinasi kepada masyarakat pun sangat dibutuhkan untuk segera mencapai hal tersebut.

(Ophik)

To Top