Pariwara Pemkab Agam

‘ Caro Rang Agam ‘ Sambut Tahun Baru Masehi Beda, Semangat Pembaruan Warga Tetap Tersalurkan

Posted on

Pariwara, KABA12.com — “ Caro Rang Agam “ menyambut malam pergantian tahun masehi dari 2019 ke tahun 2020 Rabu,(1/1) dini tadi betul-betul beda. Ada yang luar biasa dirasakan bahkan beda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Aura rasa syukur masyarakat serta keikhlasan berserah diri pada Allah SWT, sangat dirasakan di seantero masyarakat.

Tidak ada letupan kembang api, tidak ada suara terompet, termasuk hingar-bingar bising bunyi knalpot kendararaan baik roda dua, maupun roda empat yang berkonvoi di sepanjang jalan yang membuat sesak dada dan memekakkan telinga, seperti banyak terlihat di daerah lain.

Kabupaten Agam begitu tenang, yang membahana justru suara lantunan ayat-ayat suci Al-Quran, gema zikir dan tausyiah di berbagai masjid yang membuat suasana malam yang begitu temaran dan sejuk, semakin nyaman untuk dinikmati.

“Suasana malam pergantian tahun di kabupaten Agam beda, jauh berbeda, tidak bising, tidak ada bunyi-bunyia terompet dan letusan mercon atau kembang api, kita sangat bersyukur, masyarakat kabupaten Agam sukses menjabarkan visi Agam madani, “ ungkap beberapa tokoh ninik mamak dan ulama di berbagai kecamatan kepada kaba12.com.

Menurut Hendriyanto Dt.Rangkayo Basa, ketua Lembaga Kerapatan Ada Alam Minangkabau (LKAAM) Kecamatan Matur yang memantau kegiatan malam pergantian tahun masehi di wilayahnya, mengaku salut dengan masyarakat, karena mentaati dan menghormati kebijakan pemerintah daerah dan himbauan bupati Agam Dr.Ir.H.Indra Catri Dt.Malako nan Putiah, MSP, untuk tidak mengadakan kegiatan di malam tahun baru masehi, dan memperbanyak kegiatan ibadah di mesjid-mesjid, “ Alhamdulillah, caro Rang Agam betul-betul beda, “ ungkapnya tak henti bersyukur.

Bahkan ketua LKAAM Matur itu menyebutkan, himbauan untuk tidak mengadakan kegiatan malam pergantian tahun masehi, sejak bupati Agam dijabat Dr.Indra Catri, sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, tidak hanya sukses menekan angka kecelakaan lalulintas, masyarakat lebih banyak melakukan kegiatan ibadah dan yang bermanfaat bahkan masyarakat bisa tenang di rumah tanpa memikirkan anaknya sedang dimana atau sedang mengapa, “ ini harus terus kita pertahankan, “ tegas Hendriyanto Dt.Rangkayo Basa.

HARMEN

Berbagai Kalangan Dukung Kebijakan Bupati Indra Catri

Berbagai kalangan masyarakat dukung kebijakan bupati Agam Dr.Ir.H.Indra Catri Dt.Malako nan Putiah, yang menginstruksikan seluruh objek wisata, sarana hiburan, kafe, dan berbagai lokasi hiburan lainnya ditutup dan tidak diperbolehkan ada kegiatan selama malam pergantian tahun masehi.

Kebijakan itu mendapat respon positif dari banyak pihak. Bahkan, masyarakat sependapat dengan bupati Agam, bahkan kegiatan malam tahun baru, mestinya disemarakkan dengan kegiatan ibadah dan kegiatan bermanfaat lain, mengingat hal itu penting sebagai moment berserah diri, sekaligus memperkokoh ukhuwah Islamiah sesuai visi Agam madani.

Hal itu dinyatakan Armanto,S,Pd, ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) kecamatan Tanjung Mutiara dan Zainir Chan, ketua pemuda Banda Gadang, Nagari Tiku Selatan, kecamatan Tanjung Mutiara.

Ditegaskan Armanto, himbauan bupati Agam tersebut sangat cocok dengan visi Agam madani dan azas manfaat yang dirasakan masyarakat saat ini, pasalnya berkaca pada masa sebelumnya di berbagai daerah, bahkan mudarat dan dampaknya banyak yang merugikan,” Alhamdulillah, masyarakat dan aparat pemerintahan di kabupaten Agam sukses menjabarkan apa yang diinstruksikan Bupati Indra Catri, tidak ada kegiatan malam tahun baru dimanapun, “ tegas Armanto,Spd.

Hal senada dikatakan Zainir Chan, ketua pemuda Banda Gadang, Nagari Tiku Selatan, kecamatan Tanjung Mutiara yang menyatakan mendukung penuh kebijakan bupati Agam tersebut. Bahkan selaku ketua pemuda, dia siap mensupport kebijakan tersebut, karena dinilai positif untuk masyarakat luas.

Hal serupa ditegaskan H. Yasril Effendi Imam Panjang, ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) kecamatan Tanjung Raya yang sangat mendukung instruksi bupati Agam tentang pergantian tahun baru masehi 2019 ke 2020.

Ditegaskan, masyarakat bersama majelis ulama Tanjung Raya, sangat mendukung kebijakan bupati Agam yang betul-betul menjabarkan visi Agam madani pada hal-hal yang urgen dan sensitive ditengah masyarakat, termasuk soal malam pergantian tahun yang selama ini, diramaikan masyarakat dengan kegiatan hura-hura, hiburan dan kegiatan yang tidak bermanfaat lainnya.

“ Kami sangat bersyukur, himbauan dan edaran yang disebarluaskan bupati Agam itu kini, mendapat respon positif masyarakat. Jangan ada kegiatan yang tidak bermanfaat untuk umat,” tegasnya.

HARMEN

Himbauan Untuk Kemasylahatan Masyarakat Agam

Bupati Agam Dr.Ir.H.Indra Catri Dt.Malako nan Putiah, MSP yang ikut memantau langsung kegiatan malam pergantian tahun baru masehi di berbagai wilayah di kabupaten Agam mengaku sangat bangga pada masyarakat kabupaten Agam.

Pasalnya, komitmen bersama dalam menjabarkan visi Agam madani begitu meresap dan dipahami masyarakat sebagai upaya dari pemerintah dalam membangun kekuatan mental agama dan adat, sekaligus sebagai langkah antisipasi terhadap hal-hal yang berpotensi merugikan dan tidak bermanfaat bagi hajat hidup orang banyak.

Termasuk dalam kaitan himbauan dan larangan penutupan objek-objek wisata dalam malam tahun baru termasuk himbauan agar masyarakat menyemarakkan masjid saat menyambut malam tahun baru masehi dengan memperbanyak ibadah, musahabah, mendengarkan tausyiah, berzikir dan melakukan berkumpul dengan keluarga di rumah untuk mempererat jalinan silaturrahmi.

Dari evaluasi kegiatan yang dilakukan Rabu,(1/1), ditegaskan bupati Indra Catri, sepanjang malam pergantian tahun baru 2020, tidak terpantau ada kegiatan hura-hura di seluruh wilayah Agam. Kondisi itu, sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Untuk mengantisipasi kegiatan yang menjurus hura-hura, Pemerintah Kabupaten Agam bersama dengan Subdenpom, Kodim 0304 Agam, Polres Agam, Polres Bukittinggi bersama elemen lain, melakukan pemantauan di seluruh wilayah Kabupaten Agam. Berdasarkan pantauan tim, tidak terlihat aktivitas merayakan, berkumpul atau sejenisnya dalam rangka merayakan malam pergantian tahun di Kabupaten Agam.

Ditegaskan Bupati Indra Catri yang sudah dua periode memimpin kabupaten Agam itu, seluruh tempat wisata yang biasanya selalu ramai dikunjungi masyarakat, seperti Pantai Tiku, Linggai Park, Lawang Park, Puncak Lawang, dan Tarusan Kamang, pada saat malam pergantian tahun terpantau sepi.

Bahkan yang membanggakan, masyarakat justru terpantau ramai di berbagai mesjid dan rumah ibadah melaksanakan kegiatan-kegiatan keagamaan di seluruh Kecamatan, seperti kegiatan malam bina iman dan taqwa (mabit), zikir bersama, tablig akbar, muhasabah, dan berbagai kegiatan bernilai positif lainnya.

Disisi lain, disebutkan bupati, kerukunan antar umat beragama terwujudkan justru terlihat kuat karena dengan kebijakan untuk tidak merayakan pergantian tahun masehi di Kabupaten Agam pada dasarnya bertujuan untuk menjaga kerukunan antar umat beragama. Serta menjaga generasi muda agar tidak terjerumus pada tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan ajaran agama, adat istiadat, dan norma-norma ketimuran.

Secara khusus bupati Agam, menyebutkan merayakan pergantian tahun masehi dengan membunyikan mercon, petasan, terompet atau suara bising lainnya dapat mengganggu umat Muslim dan umat beragama lainnya yang sedang melakukan ibadah, mengganggu orang yang beristirahat, atau orang yang sedang sakit.

Disisi lain, bupati Agam Dr.Indra Catri menyebut, manfaat tidak merayakan pergantian tahun, setidaknya masyarakat dapat memetik beberapa manfaat, yakni terjaganya marwah nagari, kaum, ninik mamak, alim ulama, dan cadiak pandai.

Manfaat lainnya, ulas Indra Catri masyarakat bisa terhindar dari kemacetan dan mengurangi angka kecelakaan, akibat kondisi jalan raya yang padat merayap dipenuhi oleh warga yang akan melakukan parade keliling kota. Para pengendara terkadang mengabaikan keselamatan diri sendiri misalnya mengendarai kendaraan secara ugal-ugalan ataupun tak menggunakan helm pengaman.

Manfaat lain, terhindarnya polusi tanah dan air di tempat-tempat umum akibat sampah bungkus makanan sisa perayaan pergantian tahun. Terhindarnya polusi suara akibat bunyi mercon, petasan, terompet, dan suara bising knalpot kendaraan. Terhindarnya pergaulan bebas, minuman keras, narkoba dan perbuatan menyimpang lainnya.

“ Banyak hal positif yang dampaknya sudah bisa dirasakan masyarakat kabupaten Agam sepanjang malam pergantian tahun baru masehi tadi malam, “ sebut Dr.Indra Catri dengan wajah berseri.

HARMEN

Tahun Baru Masehi Bukan Moment Istimewa di Agam

Moment malam tahun baru bagi masyarakat kabupaten Agam bukan moment istimewa. Moment itu sangat jauh berbeda dibanding malam menyambut tahun baru hijriah yang sangat padat dengan berbagai kegiatan dan pawai yang melibatkan puluhan ribu masyarakat. Dan hal itu sudah dibuktikan di kabupaten Agam.

Walau demikian, sebut bupati Indra Catri, kedepan, Pemerintah Kabupaten Agam tetap berkomitmen mengajak masyarakat untuk tidak merayakan pergantian tahun masehi, dan akan selalu mengisinya dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat sebagai ungkapan rasa syukur pada Allah SWT, “ segala upaya yang sudah dilakukan selama ini akan terus ditata agar lebih baik lagi, agar “caro Rang Agam “ yang beda dibanding daerah lain tetap kokoh terpatri dalam sanubari masyarakat,”tegas Indra catri.

Disisi lain, bupati Indra Catri menegaskan, pihaknya berharap perlu dirancang berbagai kegiatan yang lebih menarik dan atraktif namun tetap tidak keluar dari koridor adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah.

Bahkan secara khusus, bupati Agam dua periode itu, menegaskan, malam pergantian tahun masehi bukan momen yang istimewa, sehingga tidak perlu dirayakan. Seharusnya di momen pergantian tahun, diisi dengan berbagai kegiatan positif. Lebih baik dilakukan perenungan dan muhasabah terhadap tingkah laku yang telah dilakukan sepanjang.

“ Perilaku dan tindakan yang perlu ditinggalkan dan mana yang perlu ditingkatkan. Selain itu menyusun resolusi-resolusi yang ingin dicapai sebagai patokan melangkah kedepan, untuk lebih baik, “ tegas H.Indra Catri lagi.

HARMEN

Populer

Exit mobile version