Kaba Terkini

Cara Menyikapi Kasus Bullying Pada Anak

Life, kaba12.com — Kasus bullying masih merjalela di kalangan pejara di seluruh penjuru dunia. Ada bermacam cara teknis bullying yang dilakukan. Dari mengejek berkali-kali hingga membuat tidak nyaman dan tidak berdaya merupakan salah satu praktik bullying.

Seperti yang dilansir detik.com, Olweus, penulis Bullying at School, membagi bullying dalam dua kategori yakni direct bullying yang merupakan intimidasi secara fisik dan verbal, serta indirect bullying yang berupa isolasi secara sosial.

Situs Peduli Karakter Anak (PeKA) pekabullying.org menuliskan, bullying diartikan sebagai penggunaan agresi dengan tujuan menyakiti orang lain baik secara fisik maupun mental. Namun, bullying tidak sama dengan occasional conflict atau pertengkaran biasa yang umum terjadi pada anak.

Kalau konflik pada anak masih dikolongkan dalam kategori normal. Hal ini akan membuat anak belajar cara bernegosiasi dan bersepakat satu sama lain. Disisi lain, bullying merujuk pada tindakan yang bertujuan menyakiti dan dilakukan berulang. Sang anak biasanya lebih lemah dibanding pelaku.

American Academy of Child and Adolescent Psychiatry dalam situsnya di aacap.org juga menyebutkan bullying bisa terjadi secara verbal maupun nonverbal. Pada anak laki-laki, bullying kerap dilakukan dengan intimidasi secara fisik maupun dalam bentuk ancaman.

Sedangkan bullying pada anak perempuan kerap terjadi secara verbal, dan korban yang dipilih gender yang sama. Selain verbal, bullying juga bisa berbentuk fisik, emosional, dan seksual.

“Kekerasan verbal itu sangat subjektif. Jadi, sebaiknya lihat juga kultur yang mendasari. Sebuah pernyataan bisa tergolong keras menurut suatu kultur, tapi bisa jadi pernyataan tersebut justru menjadi hal yang biasa pada kultur lain,” kata dr Lukas Mangindaan, Staf Pengajar Departemen Psikiatri FKUI/RSUPCM dalam talkshow Upaya Pencegahan Kekerasan pada Anak yang diadakan Center for Indonesian Medical Student Activities.

Sementara itu, Ketua Satuan Tugas Perlindungan dan Kesejahteraan Anak PP IDAI, Dr Indra Sugiarno, yang juga pernah punya pengalaman pribadi dengan bullying, mengatakan, kasus bullying tersebut dapat dilihat dari perubahan prilaku anak yang memancarkan aroma ketakutan dan sebaginya.

Berikut, cara mengatasi dan mengamati tindakan bullying pada anak, yakni :

  1. Amati

Amati perubahan sikap atau tingkah lakunya, Bun. Kalau biasanya ceria tiba-tiba jadi pendiam serta menghindar nggak mau keluar rumah atau sekolah dengan berbagai alasan, bisa jadi ia mengalami sesuatu yang membuatnya tidak nyaman dan takut.

Anak-anak yang dibully juga sering mengaku kehilangan barang atau uang. Mereka juga jadi moody dan bertemperamen buruk, prestasi menurun karena kehilangan semangat belajar, insomnia, cemas, dan jadi pendiam.

  1. Ajak Bicara

Kata Indra berbicara ini penting untuk mengorek data serta keterangan dari anak untuk mengambil tindakan lebih lanjut.

  1. Sikapi

Kalau anak benar jadi korban bullying, orang tua perlu meyakinkan anak bahwa ia tak perlu takut dan harus melaporkan apa yang terjadi. Selanjutnya, kita bisa mendatangi sekolah untuk melaporkan tindakan bullying sehingga pelakunya bisa ditindak.

(dany)

To Top