Kaba Bukittinggi

Campago Guguak Bulek Wakili Sumbar Lomba Gerakan PKK Nasional

Bukittinggi, KABA12.com — Kelurahan Campago Guguak Bulek kecamatan Mandiangin Koto Selayan, mewakili Sumatera Barat dalam lomba gerakan PKK tingkat nasional tahun 2019. Dimana, Kelurahan Guguak Bulek, dinilai tim penilai verifikasi lapangan dalam kategori pemanfaatan lahan pekarangan (hatinya) PKK, di kelurahan setempat, Senin (01/07).

Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, program hatinya PKK memang sudah mulai populer di kota Bukittinggi secara keseluruhan. TP PKK Bukittinggi telah menggerakkan seluruh kader setiap kelurahan untuk melaksanakan 10 program pokok PKK, khususnya program hatinya PKK.

“Program yang disusun PKK dan didukung pemerintah, tentu tidak akan sukses jika tidak disupport langsung dari masyarakat. Inilah yang telah diupayakan di Bukittinggi, khususnya di kelurahan Campago Guguak Bulek. Apa yang dinilai saat ini, 80 persennya adalah gerakan masyarakat dan 20 persennya merupakan dukungan pemerintah melalui penyuluhan dinas terkait,” ungkap Ramlan.

Wako juga menyampaikan, dengan program hatinya PKK, pemerintah kota juga akan memberdayalakan hasilnya secara langsung. “Kami sudah instruksikan, agar setiap SKPD tidak membeli bunga ke luar Bukittinggi, namun harus langsung dari masyarakat Bukittinggi. Sehingga apa yang dipasok petani bunga lokal, akan dimanfaatkan langsung oleh pemerintah. Dengan demikian, Bukittinggi bisa jadi kota sentral bunga, karena apapun bunga yang dibutuhkan ada di kota wisata ini,” ujar Wako.

Dalam eksposnya, Ketua TP PKK kelurahan Campago Guguak Bulek, Ny. Tri Suryani Uji Trianto menyampaikan, kelurahan Campago Guguak Bulek, memiliki 63 dasawisma yang aktif dalam menggerakkan masyarakat dalam 10 program pokok PKK. Salah satunya dasawisma dahlia, yang cukup menonjol dalam pemanfaatan pekarangan untuk tanaman toga, warung hidup dan beberapa jenis buah.

“TP PKK Campago Guguak Bulek, khususnya pokja III telah melaksanakan kegiatan pemanfaatan pekarangan (hatinya PKK). Dalam pelaksanaannya pokja III kelurahan telah berhasil menggerakkan masyarakat sehingga hampir setiap rumah telah manfaatkan lahan pekarangan,” jelasnya.

Ada 5 input yang dilaksanakan, dengan 9 proses. “Alhasil, pemenuhan gizi keluarga setelah melaksanakan kegiatan ini, terus membaik dan meningkat. Kesejahteraan masyarakat, dapat ditingkatkan, karena tidak perlu lagi membeli bahan makanan ke pasar, cukup dengan hasil tanaman mereka. Uang yang disisihkan untuk belanja kebutuhan dapur, dapat dialihkan untuk kebutuhan lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan tim penilai tingkat nasional, Arolis Mutia Laras, mengapresiasi komitmen masyarakat dan pemerintah kota, dalam gerakan hatinya PKK. Apalagi dengan Walikota yang langsung menerapkan program ini.
“Sangat luar biasa dan patut menjadi contoh bagi kita semua,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Arolis Mutia Laras, mengungkapkan ,dda enam kota yang dinilai dalam program ini, Bogor, Tangerang, Ternate, Lubuk Linggau, Sinngkawang dan Bukittinggi. Lomba ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi warga. Karena gerakan PKK menjadi faktor kunci dalam membangun keluarga sejahtera.

“Semoga hal ini dapat mendorong prestasi yang lebih luas dan setiap masyarakat dapat menerapkan 10 program pokok PKK dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

(Ophik)

To Top