Hukum dan Kriminal

Cabuli Anak-anak, Sopir Angdes Dipolisikan

Agam, KABA12.com — Karena tidak bisa menahan syahwatnya, “HRS” (20) warga Cingkariang, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam tega memperkosa anak di bawah umur. Tidak terima dengan tindakan tersebut, orang tua korban melaporkan tersangka pada polisi.

Berdasarkan keterangan Kapolres Bukittinggi, AKBP Arly Jembar Jumhana melalui Kasat Reskrim AKP Suyatno  S SIK pada KABA12.com, kalau tindakan tersebut terjadi pada Senin (26/05) lalu sekitar pukul 23.00 WIB di Jalan Padang Luar, Kecamatan Banuhampu, Agam. Setelah adanya laporan dari korban yaitu Melati-nama samaran (15) warga Kecamatan IV Koto, Agam pada orangtuanya, pada Senin (12/6) siang tersangka langsung dilaporkan ke polisi.

Adanya laporan tersebut, jajaran Opsnal Reskrim Polres Bukittinggi langsung bergerak cepat memburu pelaku dengan ciri-ciri yang disebutkan korban. Akhirnya pada hari yang sama, sekitar pukul 22.00 WIB tersangka berhasil diringkus polisi di Padang Luar ketika akan mengantarkan angkutan pedesaan (angdes) ke rumah induk semangnya.

Dijelaskan Suyatno, sesuai pengakuan korban, pada hari kejadian, ketika dia pulang sekolah sekitar pukul 16.30 WIB, korban menunggu mobil angkutan dan datang angkutan umum tersangka dan temannya “S” (20) menawarkan angkutannya kepada pelapor. Dalam perjalanan tersebut mereka sempat berkenalan dan terjadi percakapan yang cukup akrab.

Ketika sudah sampai dekat rumahnya, korban ingin turun, tetapi tersangka memaksa untuk menambang bersamanya. Walaupun pelapor tidak mau akan tetapi tetap diajak ikut menambang. Ketika korban ingin turun, tersangka langsung tancap gas. Setelah berputar-putar dan menambang, kemudi langsung digantikan oleh rekan terangka, “S”. Sekitar pukul 23.00 WIB korbam dibawa tersangka dan dipaksa melakukan hubungan persetubuhan di atas mobil angkutannya.

Walaupun korban sudah menangis dan memohon pada tersangka, tapi nafsu sudah mengalahkan akal sehat tersangka dan terus membujuk korban sampai akhirnya dia mau menyerahkan yang paling berharga padanya. Ternyata, tidak hanya sampai di situ, pada Sabtu (10/6)  “S” menjemput korban atas suruhan tersangka dan dibawa ke tempat yang sama dan terlapor kembali memaksa melakukan pencabulan di dalam mobil, sedangkan “S” hanya melihat dari kursi depan mobil.

Setelah kejadian itu, korban masih diajak tersangka pergi berputar-putar sampai pada Sabtu itu, korban tidak pulang dan baru kembali ke rumahnya Minggu. Melihat hal itu, orangtua korban langsung menginterogasinya, kemana dia sampai tidak pulang semalaman. Dengan polos, korban menceritakan semuanya pada orangtuanya dan merasa tidak terima, pada Senin (12/6) siang, orangtua korban melaporkan kejadian itu ke Polres Bukittinggi sampai akhirnya tersangka ditangkap pada malam hari yang sama.

Dijelaskan Kasat, kalau sementara tersangka masih diamankan di Mapolres Bukittinggi untuk pemeriksaan. Pihaknya masih meminta keterangan beberapa saksi. Atas perbuatannya ini, sopir angdes yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dijerat pasal 285 KUHP tentang pencabulan dan Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak (PA) dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

(Ikhwan)

To Top