Agam

Bupati Agam Terima Penghargaan KLA dari Menteri KPP-PA di Makassar

Lubukbasung, KABA12.com — Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Republik Indonesia akan memberikan penghargaan kepada Bupati Agam Indra Catri, sebagai kepala daerah yang telah menyelenggarakan kebijakan, program dan kegiatan dalam upaya pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak dalam bentuk Kabupaten Layak Anak.

Hal itu dibenarkan Kepala Dalduk KB P2PA Agam melalui Kabid Perlindungan Anak, Asnidawati yang menyebutkan, informasi tersebut disampaikan Deputi Kemen PPPA Bidang Tumbuh Kembang Anak melalui surat Nomor: B-885/KPP-PA/D.IV/Sesdep/07/2019 tertanggal 17 Juli 2019.

Berdasarkan surat tersebut, Penghargaan Kabupaten Layak Anak akan diserahkan KPP-PA di Hotel Four Points Kota Makassar Sulawesi Selatan, pukul 18.30 WITA.

“Akan hadir mendampingi Bupati menerima penghargaan KLA nantinya Kepala Bappeda Agam Wlfizar selaku Ketua Gugus Tugas KLA Agam, kemudian Kepala Dalduk KB P2PA Agam Retmiwati, Ketua P2TP2A Siti Manggopoh Ny. Candra Trinda Farhan Satria,” ujar Asnidawati yang dikonfirmasi telah berada di Kota Makassar bersama rombongan, Selasa (23/07) pagi.

Sebelumnya, Kabupaten Agam dinyatakan lolos dalam Evaluasi Kabupaten Layak Anak tahun 2019 dalam tahapan Penilaian Mandiri Verifikasi Administrasi. Serta, tim dari KPP-PA juga telah melakukan verifikasi lapangan langsung ke daerah Agam.

Staf Ahli Menteri PPPA Bidang Hubungan Masyarakat Rini Handayani menyebutkan, dari hasil verifikasi pihaknya, Kabupaten Agam telah tergolong KLA kategori Nindiya, karena telah mencapai poin 758,55.

Kabupaten Agam merupakan satu dari 244 kabupaten/kota di Indonesia yang di verifikasi lapangan oleh tim Kemen PPPA pada tahun 2019 ini. Serta 13 kabupaten/kota lain yang ada di Provinsi Sumatera Barat.

Diterimanya Penghargaan Kabupaten Layak Anak oleh Bupati Agam nantinya menjawab kinerja dan upaya yang telah dilakukan Pemkab Agam bersama masyarakat dan pelaku dunia usaha sembilan tahun terakhir. Pasalnya sejak 2011 lalu, Agam selalu kecolongan tidak lolos dalam tahapan penilaian KLA tersebut.

(Jaswit)

To Top