Kaba Terkini

Bupati Agam Resmikan Rumah Tahfizh Tabarak Lubuk Basung

Lubuk Basung, KABA12.com — Bupati Agam diwakili Kabag Kesra Setda Agam, Syatria meresmikan Rumah Tahfizh Tabarak Lubuk Basung, Simpang IV Tangah, Nagari Persiapan Surabayo, Minggu, (27/10).

Rumah Tahfizh Tabarak tersebut merupakan binaan dari yayasan pengembangan Al-Qur’an Daarul Huffazah Lubuk Basung. Dimana bangun 3 lantai yang berdiri megah itu, didirikan dari bantuan para orang tua santri, baik dari segi dana maupun lahan, yang menghabiskan dana sekitar Rp.447 Juta.

Kepala Rumah Tahfizh Tabarak Lubuk Basung Andri Saputra menjelaskan, sebelum rumah tahfizh ini berdiri, kegiatan belajar para santri sudah dimulai semenjak tahun 2014. Dimana, tempat proses belajar selalu berpindah- pindah karena belum memiliki tempat belajar sendiri.

“Diawal tahun 2014, kita belajar di rumah salah seorang orang tua santri, kemudian kita pindah ke mushalla belakang DPRD Agam. Karena direnovasi, proses belajar kita pindahkan ke Masjid Nurul Fallah Lubuk Basung,” ujarnya.

Lebih lanjut Andri Saputra menjelaskan, berdirinya bangun megah tiga lantai tersebut, berawal dari orang tua santri yang mendantanginya tahun 2018. Maksudnya kedatangannya tersebut yakni, untuk menyumbangkan sebidang tanah untuk pembangunan rumah Tahfizh.

“Saya tidak menyangka, pembangunan rumah tahfizh tabarak ini mendapatkan dukungan yang luar biasa dari orang tua santri. Sehingga dalam kurun waktu delapan setengah bulan, rumah tahfizh ini selesai dibangun dan juga telah diresmikan,”pungkasnya.

Kabag Kesra Setda Agam, Syatria mengatakan, Pemerintah Kabupaten Agam memberikan apresiasi kepada Yayasan Pengembangan Al-Qur’an Daarul Huffazh Lubuk Basung dan semua pihak yang telah membantu dan mewujudkan Rumah Tahfizh yang begitu megah ini.

“Apa yang dilakukan pengurus yayasan dan pendiri lembaga pendidikan Al-Qur’an ini, sejalan dengan cita-cita masyarakat daerah itu dalam mewujudkan Agam Madani. Di mana prosesnya dilakukan melalui RPJMD setiap tahunnya,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, dikatakan Syatria bahwa gerakan Nagari Madani yang dicanangkan Bupati Agam, dilaksanakan juga untuk peningkatan kemampuan membaca, menulis, memahami dan mengamalkan Al-Qur’an. Hal ini merupakan kriteria pertama dari tujuh kriteria dalam program tersebut.

Berdasarkan itu lah pemerintah daerah sangat mendukung dibentuknya rumah tahfizh. Dukungan pemerintah tidak hanya dalam bentuk kebijakan, tetapi juga diiringi dengan memberikan pelatihan setiap tahunnya kepada guru tahfizh dan TPA/MDA.

(Ardi)

To Top