Pemkab Agam

Bupati Agam Instruksikan Penanganan Cepat, Tim BPBD dan Dinkes Diterjunkan ke Malalak Timur

Lubukbasung,kaba12 — Bupati Agam instruksikan penanganan cepat untuk para korban terdampak bencana banjir bandang yang meluluh-lantakan wilayah Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur,Rabu, (26/11) sore.

Pemkab.Agam, Rabu malam sudah menurunkan tim BPBD Agam, tim medis Dinkes Agam dan Diskominfo Agam ke lokasi terdampak bencana,untuk membantu penanganan warga terdampak banjir bandang,termasuk penanganan medis dan memberi bantuan awal untuk warga yang saat ini diungsikan di 4 lokasi.

Tercatat sebanyak 135 KK yang diungsikan di empat tempat, yang saat ini kondisinya masih sulit,karena minimnya peralatan pendukung, terutama selimut, obat-obatan, makanan dan penerangan karena di Malalak saat ini, aliran listrik putus total.

Sementara untuk korban terdampak, baik korban luka maupun yang dikabarkan meninggal dunia akibat tertimbun tanah longsor dan timbunan material banjir bandang, masih dalam proses pendataan dan pencarian. Belum diperoleh data resmi dari Pemkab.Agam, walau dikabarkan setidaknya sudah ada 2 warga yang ditemukan meninggal akibat bencana tersebut.

Sekretaris Daerah Kabupaten Agam Dr.M.Lutfie saat dihubungi kaba12, Kamis, (27/11) dini hari, menyebutkan, sesuai instruksi Bupati Agam, Rabu malam, tim BPBD Agam,Dinkes, Diskominfo,Satpol.PP-Damkar sudah diturunkan ke lokasi bencana di Jorong Toboh, Malalak Timur untuk membantu warga terdampak, termasuk penanganan warga yang saat ini berada di lokasi pengungsian.

Ditegaskan M.Lutfie, pihaknya meminta penanganan cepat untuk menyelamatkan warga terdampak,termasuk memastikan kondisi kesehatan warga yang mengungsi, “kita berharap, tidak ada hal yang luar biasa, kita akan berupaya maksimal mengatasi bersama tim gabungan, “sebut M.Lutfie.

Sementara dari Malalak, informasi yang diperoleh kaba12 dari Eki Marlinda, Kabid.KIP Diskominfo Agam, saat ini tim BPBD, tim medis dan Diskominfo Agam sudah bergerak di lokasi, terutama pendataan dan memastikan kondisi warga yang mengungsi aman dan mendapatkan makanan dan pengobatan.

Disebutkan, kondisi di Malalak sendiri masih sangat mencekam, selain karena curah hujan masih tinggi, aliran listrik sejak 3 hari terakhir putus total, sementara di kawasan terdampak banjir bandang, masih sangat rawan, kedalaman lumpur sampai 1 meter lebih sehingga menyulitkan tim gabungan penanganan bencana untuk menerobos lokasi pemukiman warga.

(HARMEN)

0Shares
Bupati Agam Instruksikan Penanganan Cepat, Tim BPBD dan Dinkes Diterjunkan ke Malalak Timur
To Top