Bukittinggi, KABA12.com — Kota Bukittinggi kembali berjaya di tingkat nasional. Kali ini, penghargaan diraih oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kota Bukittinggi di bidang penyelenggaraan simpul percontohan sistem informasi kearsipan nasional dan jaringan informasi kearsipan nasional (SIKN dan JIKN) tahun 2019.
Piagam tersebut telah diserahkan oleh Kepala Arsip Nasional RI Drs. Mustari Irawan, MPA kepada Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Bukittinggi, Drs. Johnni, pada acara pembukaan Rakornas SIKN JIKN 2019 di Hotel Merlyn Jakarta, 8 April lalu. Selanjutnya, penghargaan itu, diserahkan kepada Walikota Bukittinggi setelah Upacara Bendera dalam rangka Hardiknas dan Otonomi Daerah, di Lapangan Wirabraja, Kamis (02/05).
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bukittinggi, Johnni, menjelaskan dinas perpustakaan dan kearsipan Bukittinggi sebagai lembaga kearsipan daerah, telah berhasil dalam mengimplementasikan penyelenggaraan SIKN dan JIKN sebagai simpul jaringan di tingkat nasional tahun 2019. Keberhasilan ini, dinilai oleh Arsip Nasional RI, atas kuatnya komitmen Bukittinggi dalam SIKN dan JIKN.
“Keberhasilan ini juga didapat karena meningkatnya jumlah layanan informasi kearsipan yang dilakukan melalui pengelolaan arsip secara elektronik, serta tingginya frekuensi sosialisasi yang dilakukan dalam implementasi SIKN JIKN di lingkungan simpul jaringan baik di Bukittinggi maupun luar kota,” jelasnya.
Atas penilaian yang dilakukan arsip nasional RI itu, maka Bukittinggi terpilih sebagai kota percontohan tahun 2019, bersama DI Yogyakarta, dalam penyelenggaraan simpul percontohan sistem informasi kearsipan nasional dan jaringan informasi kearsipan nasional (SIKN dan JIKN) tahun 2019.
Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan kebanggaannya terhadap prestasi yang diraih dinas perpustakaan dan kearsipan. Dimana memang beberapa tahun terakhir, masalah kearsipan ini, tidak terlalu difokuskan. Namun secara perlahan terus dibenahi.
“Namun sejak pemerintahan kami, kualitas kinerja seluruh SOPD harus ditingkatkan. Tidak terkecuali dinas perpustakaan dan kearsipan ini. Selama ini arsip kita lemah, namun terus kita perbaiki, tingkatkan, tata dengan baik sehingga dinilai oleh pusat. Alhamdulillah sistemnya bisa menjadi percontohan di Indonesia,” ungkap Ramlan.
Kedepan, pemko juga akan merencanakan kantor baru untuk perpustakaan dan kearsipan ini. Dimana, beberapa lokasi telah ditinjau, sehingga nantinya, para penggiat literasi dan hobi membaca dapat menyalurkan hobinya sambil berwisata.
(Ophik)