Pariwara Pemko Bukittinggi

Bukittinggi Peringati Hari Museum Nasional 2021

Bukittinggi, KABA12.com — Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, peringati Hari Museum Nasional tahun 2021.

Berbagai kegiatan dilaksanakan melibatkan pelajar sebagai salah satu upaya mengenalkan dan mendekatkan diri mereka dengan museum.

Hari Museum Nasional Indonesia, diperingati setiap tanggal 12 Oktober. Ketetapan ini, berdasarkan Musyawarah Museum se-Indonesia (MMI) yang pertama kali diselenggarakan pada 12-14 Oktober 1962 di Yogyakarta.

Dikutip dari Wikipedia, definisi museum adalah institusi permanen, nirlaba, melayani kebutuhan publik, dengan sifat terbuka, dengan cara melakukan usaha pengoleksian, mengkonservasi, meriset, mengkomunikasikan dan memamerkan benda nyata kepada masyarakat untuk kebutuhan studi, pendidikan, dan kesenangan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi, Melfi Abra, menjelaskan, pada tahun 2021, kegiatan yang dilaksanakan oleh Disdikbud Bukittinggi, dalam memperingati Hari Museum Nasional, diantaranya Belajar Bersama di Museum Rumah Adat Nan Baanjuang serta Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta, Jumat (08/10).

“Kegiatan ini diikuti peserta dari 14 SMP Negeri dan swasta serta MTsN 1. Pelajar diberikan materi terkait pengenalan museum. Materi itu diberikan penggiat budaya kota Bukittinggi. Selain itu, diberikan materi oleh Komunitas Seni Ladang Rupa terkiat Materi Ragam Hias Minangkabau sekaligus workshop menggambar Ragam Hias,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, untuk menarik minat pelajar belajar tentang museum juga diberikan kuis berhadiah dengan pertanyaan sekitar museum. Kegiatan ini secara garis besar, selain dilakukan dalam rangka memperingati Hari Museum Indonesia 2021, juga untuk mengoptimalkan fungsi Museum.

“Selain belajar bersama di Museum Rumah Adat Nan Baanjuang, juga dilakukan tour ke Museum Adityawarman Padang, Sabtu (09/10). Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan wawasan serta ketertarikan peserta untuk mengunjungi museum,” tambah Melfi Abra.

Kegiatan Belajar Bersama di Museum (BBM) ini diikuti oleh 65 orang pelajar. Program ini dimaksudkan untuk lebih mengenalkan arti pentingnya museum bagi generasi muda. Menurut rencana, pada minggu ketiga Oktober ini, BBM akan dilakukan di museum Rumah Kelahiran Bung Hatta dan museum tour ke Museum Gudang Ransum Sawahlunto.

Saat ini Pemko Bukittinggi memiliki dua museum yang dikelola langsung oleh Pemko. Museum Rumah Adat Nan Baanjuang dan Museum Kelahiran Bung Hatta.

Museum Rumah Adaik Nan Baanjuang merupakan salah satu museum yang bisa mengenalkan barang barang langka atau peninggalan sejarah adat budaya Minangkabau. Dengan membawa ke Rumah Adat Nan Baanjuang ini, generasi muda tidak terlepas dari adat budaya Minangkabau, di tengah perkembangan zaman dan teknologi saat ini.

“Intinya bagaimana anak anak tidak terlepas dari budaya lokal, karena hari ini kita berada dalam era perkembangan zaman. Boleh dan harus malah, untuk mengikuti perkembangan zaman dan teknologi. Namun, generasi muda kita jangan lupa dan lepas dari adat budaya Minangkabau,” pesannya.

Selain itu, juga terdapat beberapa museum yang berada di Bukittinggi, namun pengelolaannya berada pada instansi vertikal.

Sebut saja, museum Tri Daya Eka Dharma, yang berada di Panorama, yang berada di bawah Kementrian Pertahanan. Selanjutnya juta ada Museum Eksponen 66 dan museum RRI.

“Meskipun tidak berada di bawah Pemerintah Kota Bukittinggi, namun kami tentu saja akan terus melakukan pembinaan terhadap seluruh museum yang ada di Kota Bukitinggi,”ujarnya.

(Ophik)

To Top