Kaba Agam

Budidaya Ikan Air Tawar KJA Danau Maninjau, Pasok Kebutuhan di Berbagai Daerah

Posted on

Maninjau,kaba12 — Budidaya ikan air tawar seperti ikan mas dan nila sudah lama dibudidayakan di berbagai perairan umum Indonesia.

Jika Jawa Barat terkenal dengan sentra budidaya Keramba Jaring Apung (KJA) di Waduk Saguling, Cirata, dan Jatiluhur, di Sumatera Barat ada Danau Maninjau yang juga jadi sentra budidaya ikan dengan KJA.

Data Pemkab Agam, tercatat sekitar 23.359 petak KJA Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Budidaya ikan di danau dengan luas sekitar 24.800 hektar ini sudah berkembang cukup lama, perkembangan usaha budidaya di Danau Maninjau naik turun.

Salah seorang pembudidaya ikan nila di Danau Maninjau Romi Irwan menyebutkan, masa panennya dalam waktu 4-5 bulan, pemberian pakan 2-3 kali sehari.

“Untuk hasil panen per petak 1,2 – 1,5 ton,” kata Romi Irwan kepada kaba12, Sabtu, (6/1).

Umumnya, pembudidaya ikan nila di Maninjau memanen ikan dengan ukuran 3-4 ekor per kg dengan harga di kolam sekitar Rp 22 ribu hingga Rp 23 ribu per kg dan dijual ke pengumpul atau distributor lokal,

“Lalu dijual distributor di daerah tersebut untuk kemudian dialihkan ke pedagang ikan eceran,” ucapnya.

Ikan nila Danau Maninjau di salurkan ke beberapa daerah di Sumbar termasuk ke propinsi Riau, baik ke Pekanbaru maupun Dumai, umumnya penyaluran dilakukan setiap hari dengan mengumpulkan hasil panen dari satu pembudidaya per hari.

( Fitri/*)

Populer

Exit mobile version