Dinas Pertanian Agam

Biaya Kurang, Vaksinasi Rabies Terkendala

Lubukbasung, KABA12.com — Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian Agam mengeluhkan minimnya operasional untuk petugas hewan yang menangani vaksinasi rabies di lapangan. 

Tidak adanya operasional tersebut mengakibatkan puluhan petugas keswan belum mendapatkan vaksinasi untuk memprotect dirinya dari virus yang mematikan itu.

“Vaksinasi petugas memang seharusnya kewajiban kita di dinas untuk menyediakan, tapi kita kekurangan operasional untuk hal itu. Karena vaksinasi tersebut sangat penting sekali untuk petugas kita sebagai savety nya,” ujar Kabid Keswan dan Kesmas Veteriner Distan Agam Farid Muslim saat diwawancarai KABA12.com, Rabu (11/10).

Baca Juga :Ibu Kota Kabupaten Agam Rawan Rabies

Farid Muslim menyebutkan, penangan kasus rabies sangat diperlukan di kabupaten Agam karena jumlah populasi Hewan Penyebar Rabies (HPR) semakin meningkat. Dari hasil pendataan petugas dilapangan diketahui populasi anjing, kucing dan kera sebagai HPR pada tahun 2015 sebanyak 31.289 ekor dan ditahun 2016 berjumlah 32.837 ekor.

“Untuk menvaksinasi ribuan HPR tersebut kita membutuhkan 30 orang petugas keswan. Satu orang petugas itu membutuhkan sekitar Rp 600.000 jika ditotalkan ada sekitar Rp 18 – Rp 20 juta operasional untuk menvaksinasi tubuh petugas, agar tidak terlindungi jika terjadi hal yang membahayakan dirinya saat bertugas. Namun kita tidak memiliki anggaran itu, sehingga ditahun ini belum ada petugas yang divaksinasi, hanya ada beberapa keperluan yang urgen dan prioritas kita bisa mendapatkan vaksin dari dinas kesehatan,” jelasnya.

Ia berharap masalah operasional tidak lagi menjadi penghalang bagi petugas di lapangan untuk bertugas. Sehingga keamanan dan kesehatan hewan terlindungi dan manusia pun terjaga dari bahaya penyakit infeksi tingkat akut rabies.

(Jaswit)

To Top