Kaba Agam

Bencana Hidrometeorologi 2025 di Agam, Palembayan Paling Parah di Sumatera, 165 Meninggal, 66 Hilang, 1.878 Warga Mengungsi

Lubukbasung,kaba12 — Kecamatan Palembayan, menjadi kecamatan paling parah terdampak bencana hidrometeorologi 2025 di Sumatera Barat, bahkan di Pulau Sumatera, menyusul dampak korban tewas dan kerusakan yang terjadi di 7 nagari dalam wilayah tersebut.

Tidak hanya dampak korban yang meninggal yang sesuai data sementara mencapai 165 orang dan 66 orang masih dinyatakan hilang, bahkan sebelumnya 75 korban luka-luka serius menjalani perawatan intensif di beberapa rumah sakit dan saat ini masih ada 7 korban yang menjalani perawatan.

Juga dampak kerusakan yang sangat luar biasa baik rumah penduduk yang mencapai 630 unit rusak, yang menyebabkan 1.678 warga masih tinggal di tempat-tempat pengungsian sementara yang disiapkan pemerintah.

Dampak kerusakan lain yang dialami warga di Kecamatan Palembayan, terutama di Nagari Salareh Aia, Salareh Aia Timur, Tigo Koto Silungkang, Salareh Aia Barat, Sipinang, IV Koto Palembayan dan Nagari Baringin selain 630 rumah rusak, banjir bandang dahsyat yang terjadi Kamis, (27/11) lalu itu, juga merusak 27 sekolah, menyebabkan 13 unit irigasi rusak, merusak 685,35 hektar areal pertanian dan 3.731 hewan ternak mati.

Bahkan, hingga hari ke-15 pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor yang meluluhlantakkan wilayah itu, masih ada beberapa titik yang masih sulit diakses kendaraan, hanya sepeda motor, sehingga proses penanganan darurat, termasuk distribusi bantuan logistic masih terkendala, sehingga pemerintah menyalurkan bantuan menggunakan helicopter.

Namun, secara umum, seluruh wilayah terdampak bencana di Kabupaten Agam, sudah bisa diakses, walau hanya dengan jalan kaki atau sepeda motor, mengingat beratnya medan terdampak.

Upaya penanganan maksimal, selain 6 kecamatan lain yang terdampak cukup baik, baik di Malalak, Tanjung Raya, Matur, Palupuah, dan Tanjung Mutiara, focus penanganan dampak terkonsentrasi ke Palembayan, mengingat banyaknya korban yang mengungsi dan jumlah korban yang hilang masih tinggi.

Bupati Agam, H.Beni Warlis yang meninjau progress pembangunan Hunian Sementara (Huntara) dan memantau kesiapan penyambutan kedatangan Presiden Prabowo Subianto ke Kayu Pasak, Palembayan yang dijadualkan Sabtu besok, meyakinkan, penanganan darurat seluruh kawasan terdampak sudah cukup maksimal di lapangan, terutama langkah-langkah penanganan di lapangan, terutama membuka isolasi kawasan yang terdampak longsor dan banjir bandang, penyaluran bantuan logistic dan penanganan lanjutan dengan 30 alat berat yang dikerahkan.

Disebutkan, pihaknya bersama seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan dampak bencana dengan dukungan semua pihak, akan terus berupaya maksimal mendorong optimalnya penanganan dampak di lapangan, termasuk dengan bantuan pemerintahan pusat, baik dalam tahapan tanggap darurat ,pasca bencana dan normalisasi mendatang.

(HARMEN)

0Shares
Bencana Hidrometeorologi 2025 di Agam, Palembayan Paling Parah di Sumatera, 165 Meninggal, 66 Hilang, 1.878 Warga Mengungsi
To Top