Kaba Agam

Batagak Gala Pangulu Suku Caniago Dt.Palimo Basa Nagari Koto Kaciak, 4 Ninik Mamak Dikukuhkan

Posted on

Koto Kaciak, KABA12 — Masyarakat suku Caniago payung Angku Datuak Palimo Basa, Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam menggelar prosesi adat batagak gala pangulu, Minggu (29/6).

Prosesi adat berlangsung di kediaman pangulu angku Dt Palimo Basa di Surau Baru, Nagari Koto Kaciak dan dihadiri ratusan tamu undangan, niniak mamak, bundo kanduang, serta tokoh masyarakat.

Prosesi batagak gala, yang merupakan bagian penting dari tradisi Minangkabau, ditandai dengan pengucapan sumpah dan pengukuhan gelar pusaka kepada anak kemenakan yang telah disepakati oleh kaum dan dipandang layak memimpin serta menjaga nilai-nilai adat.

Sebelumnya, batagak pangulu ini dimulai dengan arak-arakan tambua pupuik batang padi, dilanjutkan dengan penyematan gelar adat secara simbolis, pidato adat, serta makan bajamba sebagai penutup rangkaian kegiatan.

Keempat ninik mamak Suku Caniago Dt Palimo Basa yang dikukuhkan yakni Weri Aryananda St Rajo Intan sebagai Pangulu Dt Palimo Basa, Hendriyanto St Lembak Tuah sebagai Dt Nan Bagindo, Azhar St Hanif sebagai Imam Sati, dan Bryan Adam sebagai Kali Sati.

Kepala Suku Chaniago Nagari Koto Kaciak J.Angku Dt. Bandaro menyampaikan harapannya kepada Datuak Palimo Basa yang baru agar dapat memegang amanah dan menjadi pemimpin yang adil, bijaksana, serta mampu menjaga martabat kaum.

“Dengan telah ditabalkan gelar Datuak Palimo Basa kepada beliau, kita berharap ke depannya beliau mampu menjadi payung nan ka mambayang, tampek batanyo urang kampuang,” ungkapnya.

Sementara, Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Koto Kaciak, N Dt Marun Basa berharap agar pangulu yang baru diangkat mampu menjadi pemimpin yang adil, bijaksana, dan mampu menjaga nilai-nilai adat serta mempererat hubungan kekerabatan antar anak kemenakan.

“Pangulu bukan hanya pemegang gelar, tetapi pemikul amanah. Harapan kami, beliau dapat menjadi panutan bagi kaum dan suku, serta ikut aktif dalam pembangunan nagari sesuai dengan adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah (ABS SBK), ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran pangulu dalam menjaga keberlangsungan nilai adat Minangkabau, khususnya dalam mengayomi anak kemenakan serta menyelesaikan persoalan dalam kaum secara musyawarah.

Acara ini juga menjadi momentum bagi generasi muda untuk mengenal kembali dan melestarikan budaya Minangkabau, yang sarat akan nilai kearifan lokal dan semangat kebersamaan.

Turut hadir dalam acara tersebut Wali Nagari Koto Kaciak Syawaldi, pimpinan suku di Koto Kaciak, tokoh masyarakat, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, serta undangan lainnya.

(Bryan)

Populer

Exit mobile version