Kaba Pemko Bukittinggi
Banun Kinantan, Bayi Harimau Sumatra di TMSBK Bukittinggi Zoo Diperkenalkan ke Pubik
Bukittinggi, KABA12 — Taman Marga Satwa Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi Zoo, resmi memperkenalkan Banun Kinantan, bayi harimau baru, yang saat ini telah berusia 4 bulan. Perkenalan koleksi harimau ke delapan di TMSBK Bukittinggi Zoo ini, dilaksanakan disela sela kegiatan Muskomwil I APEKSI, Rabu (30/04).
Kepala Dinas Pariwisata Bukittinggi, Rofie Hendra, melalui Kabid Daya Tarik Wisata Kawasan Konservasi, Silvirawane Ria Putri, bersama Dokter Hewan TMSBK Bukittinggi Zoo, drh.Yoli Zulfanedi, menjelaskan, Banun Kinantan lahir 28 Desember 2024, dari pasangan harimau Sumatra indukan bernama Mantagi 10 tahun dan pejantan Bujang Mandeh 12 tahun. Seluruh proses perkembangbiakan harimau di TMSBK Bukittinggi Zoo, dilakukan sistem perkembangbiakan terkontrol dan tidak ada yang kawin sedarah.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, mengaku bangga TMSBK Bukittinggi dinilai berhasil menjadi Lembaga Konservasi di bawah binaan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat yang melaksanakan tugas untuk menjaga, merawat dan mengembang-biakkan koleksi satwa terkhusus jenis harimau Sumatra yang dilindungi dan hampir punah. Ada tiga subspesies tercatat pernah ada di Indonesia yaitu Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae), Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica) dan Harimau Bali (Panthera tigris balica).
“Kondisi saat ini, hanya Harimau Sumatra yang masih bertahan hidup sampai sekarang. Sementara Harimau Jawa dan Harimau Bali telah dinyatakan punah karena sudah tidak ditemukan lagi di habitat aslinya. Kita di Bukittinggi terus berupaya memaksimalkan TMSBK sebagai lembaga konservasi. Upaya dan kerja keras itu sekarang sudah membuahkan hasil dan kita kembali berhasil melakukan perkembangbiakan Harimau Sumatra dengan adanya kelahiran anak Harimau Sumatra,” ujarnya.
Dengan lahirnya Banun Kinantan, TMSBK Bukittinggi Zoo kini telah memiliki delapan ekor harimau Sumatra. Bancah (jantan) berusia 20 tahun, Dara Jingga, betina 16 tahun, Bujang Mandeh, jantan 12 tahun, Mantagi, betina 10 tahun, Bujang Kinantan, jantan 8 tahun, Yani, betina 8 tahun, Boncel jantan 7 tahun dan kini Banun Kinantan, betina yang baru berusia 4 bulan.
Selain itu, ada satu ekor harimau lagi, Si Mauang, harimau Sumatra betina berusia 3 tahun, yang dievakuasi masuk ke TMSBK pada 12 Maret 2025 lalu ,setelah terlibat konflik dengan warga di Taruyan, Nagari Tigobalai, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam. Harimau satu ini, masih dipertimbangkan, apakah menjadi penghuni TMSBK atau kembali dilepasliarkan ke habitatnya.
“Kami Bukittinggi, tentu meminta satu ekor harimau yang dititip ini, bisa menjadi penghuni TMSBK. Kita akan siapkan suratnya ke BKSDA,” ujar Wako.-
(Ophik)