Tiku, kaba12 — Volume banjir yang merendam wilayah Nagari Tiku V Jorong, Kecamatan Tanjun Mutiara, Kamis, (27/11) makin tinggi. Proses evakuasi ribuan warga yang terkurung luapan banjir masih terus berlangsung oleh tim gabunan yang dikoordinir tim Marinir Kodaeral 2 Padang bersama personil Marinir di Posko TNI AL Tiku.
Sepanjang Kamis, (27/11) tim gabungan kembali menyisir sepanjang wilayah Tiku V Jorong, termasuk titik utama proses evakuasi di Gadih Angik, yang terdampak cukup parah akibat banjir besar yang merendam wilayah itu sejak Senin lalu.
Untuk proses evakuasi warga dari wilayah Masang, Subang-Subang, Labuhan dan Gadih Angik sendiri, tim gabungan terkendala minimnya sarana pendukung,terutama perahu karet untuk mengangkut ratusan warga yang akan dievakuasi. Sejak Rabu kemarin, tim gabungan hanya menggunakan 3 perahu karet, masing-masing 1 unit milik TNL Al-Kodaeral 2 Padang dan 2 unit milik BPBD Agam, yang harus bolak-balik membawa warga ke lokasi aman.

Menurut Lettu.Laut(PM) Burhani Zulfa Dt.Rajo Dihilie, Dan-Pos TNI AL Tiku, proses evakuasi warga terdampak bencana banjir di wilayah Nagari Tiku V Jorong, tim gabungan dari unsur marinir bersama TNI-Polri, PMI dan warga setempat, berupaya dimaksimalkan, mengingat debit banjir masih terus meningkat akibat curah hujan yang masih tinggi.
Bahkan, di posko operasi di kompleks sawmill PT.Mutiara Agam,ketinggian air bertambah sampai 50 CM di permukaan tanah. Diprediksi, debit banjir masih akan terus bertambah, karena kondisi cuaca yang masih hujan lebat.

Untuk dukungan proses evakuasi warga, ulas Lettu.Laut(PM) Burhani Zullfa, pihaknya membutuhkan tambahan sarana speedboat,untuk mengevakuasi warga yang jumlah cukup banyak, terutama dari Labuhan dan Gadih Angik. Jarak tempuh yang cukup jauh, membuat proses evakuasi berjalan lama, karena hanya 3 armada speedboat yang digunakan.
“Kami berharap, ada dukungan tambahan sarana pengangkut untuk proses evakuasi warga dari pihak BPBD Agam atau dukunga dari pihak lain. Karena keterbatasan sarana, tim gabungan memprioritaskan evakuasi warga yang sakit, lansia dan ibu hamil, “sebutnya.

Selain proses evakuasi, tim gabungan Marinir yang diturunkan sesuai perintah Komandan Kodaeral-2 Padang Laksda Sarimpunan Tanjung, dibawah kendali Asops Kodaeral-2 Padang Kolonel Laut (P) Cahyo Pamungkas, dengan Komandan Peleton dari Batalyon Marinir Kodaeral-2 Padang Lettu Marinir Gofar, berkoordinasi dengan Komandan Pos TNI AL Tiku, Lettu Laut (PM) Burhani Zulfa Dt. Rajo Dihilie itu, juga membantu menyalurkan permakanan untuk warga terdampak yang bertahan di rumah masing-masing karena masih aman dari jangkauan banjir.
(HARMEN)