Lubukbasung,kaba12 — Tim gabungan Marinir TNI AL Kodaeral 2 Padang, personil Posko TNI AL Tiku, tim PMI , harus bekerja ekstra maksimal dalam mengevakuasi warga terdampak banjir besar di wilayah Tiku V Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara.
Proses evakuasi ratusan warga yang secara bertahap dibawa ke lokasi aman dari jangkauan banjir, dengan sistim berjalan melewati jalur jalan yang sambal memegang tali panjang yang dipandu petugas penyelamat.
Sementara untuk proses evakuasi dengan menggunakan 3 unit perahu karet yang dioperasikan sejak Rabu kemarin, diprioritaskan untuk warga berusia lanjut, ibu hamil, warga yang sakit dan anak-anak yang secara bertahap diungsikan ke tempat yang lebih tinggi, terutama di wilayah Muaro Putuih dan kompleks perkantoran PT.Mutiara Agam.

Informasi yang diperoleh kaba12,sepanjang Kamis, (27/11), tim gabungan Marinir TNI AL diturunkan sesuai perintah Komandan Kodaeral-2 Padang Laksda Sarimpunan Tanjung, dibawah kendali Asops Kodaeral-2 Padang Kolonel Laut (P) Cahyo Pamungkas, dengan Komandan Peleton dari Batalyon Marinir Kodaeral-2 Padang Lettu Marinir Gofar, berkoordinasi dengan Komandan Pos TNI AL Tiku, Lettu Laut (PM) Burhani Zulfa Dt. Rajo Dihilie itu, cukup banyak mengevakuasi warga yang sakit termasuk ibu-ibu hamil.
Bahkan, proses evakuasi ibu-ibu hamil itu berlangsung cukup dramatis, karena banyak mengeluh dan meringis sakit, harus dibimbing sehingga petugas harus sangat hati-hati mengevakuasi mereka dalam kondisi hujan lebat yang hingga Kamis sore masih mendera wilayah tersebut.

Menurut Komandan Pos TNI AL Tiku, Lettu Laut (PM) Burhani Zulfa Dt. Rajo Dihilie, pihaknya harus menerapkan skala prioritas untuk mengevakuasi warga, terutama yang kondisinya sakit, berusia lanjut, ibu hamil dan anak-anak secara khusus menggunakan speedboat yang ada, sementara sebagian warga lain, harus berjalan kaki menelusuri ruas jalan yang digenangi banjir, dipandu menggunakan tali besar , “ warga harus memegang tali yang dibentangkan agar posisi berjalan tetap aman dan terpantau, “sebutnya.
Ditambahkan, saat kondisi banjir di wilayah Tiku V Jorong masih terus bertambah, bahkan debit air di posko penanganan bencana TNI AL di shawmill PT.Mutiara Agam, ketinggian banjir meningkat sampai lebih dari 50 cm, “kita berupaya mengamankan seluruh warga terdampak ke lokasi aman, “ulas Burhani Zulfa.

Disisi lain, pihaknya berharap, ada dukungan tambahan sarana untuk mengevakuasi warga, terutama tambahan speedboat atau sarana pendukung lain, sehingga proses evakuasi bisa secara serentak dan cepat dilakukan.

Sementara informasi yang diperoleh kaba12, proses evakuasi warga yang terjebak banjir besar di wilayah Tiku V Jorong yang mayoritas merupakan areal perkebunan kelapa sawit itu, selain dibayangi oleh peningkatan debit air akibat hujan deras yang terus mengguyur wilayah itu , tim gabungan bersama warga juga dibayangi ketakutan munculnya buaya -buaya yang banyak berada di kawasan tersebut.
(HARMEN)