Kaba Terkini

Banjir Besar Hantam Salareh Aia, 40 Rumah Terendam, 1 Jembatan Ambruk, 3 Motor Hanyut

Palembayan, kaba12.com — Dampak hujan lebat yang terjadi di wilayah kecamatan Palembayan, Selasas,(14/12) kemarin, memicu serangkaian musibah. Selain banjir yang terjadi di Tompek, Tapian Kandih, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan yang merendam 40 rumah warga,juga beberapa dampak lain yang merusak sarana vital di kawasan itu.

Bahkan, 1 unit jembatan di Tompek, Tapian Kandih, ambruk dihantam derasnya banjir, bahkan di beberapa titik, ruas jalan juga longsor.

Akibat ambruknya jembatan dan meluapnya aliran sungai Batang Nanggang itu, menyebabkan banyak warga terjebak dan harus dievakuasi oleh tim rescue yang berlangsung dramatis, karena proses evakuasi warga dilakukan menggunakan perahu karet, untuk menyeberangi sungai dalam kondisi gelap, namun seluruh warga yang sempat terkurung berhasil diselamatkan.

Informasi yang diperoleh kaba12.com, dampak banjir yang terjadi Selasa sore kemarin, cukup parah dibanding musibah serupa sebelumnya, pasalnya selain rendaman banjir dengan ketinggian air yang mencapai setengah dinding rumah warga, juga sebaran banjir yang cukup luas, termasuk amrbuknya sepanjang sepanjang 15 meter serta longsor di beberapa titik.

Kepada wartawan, M.Lutfie, Kepala BPBD Agam menyebutkan, Rabu ini, tim reaksi cepat BPBD Agam sudah turun ke lokasi kejadian untuk mendata dampak banjir dan hujan lebat di wilayah Palembayan, termasuk kemungkinan langkah-langkah yang akan diambil pihaknya.

Khusus jembatan sepanjang 15 meter yang ambruk di Tompek, Tapian Kandih itu, merupakan akses penting yang menjadi akses transportasi utama warga Kampuang Padang Taban dengan Kampuang Padang Binjai, yang dihuni sekitar 150 KK, sehingga untuk keluar dari kawasan pemukiman, warga harus mengambil jalan memutar.

Terkait musibah yang terjadi, tim BPBD Agam tengah melakukan proses pendataan di lapangan, untuk mendata juga jumlah kerugian yang dialami warga, termasuk bentuk solusi yang kemungkinan akan diambil pemerintah untuk penanganan darurat di kawasan itu.

M.Lutfie, juga menghimbau masyarakat untuk mewaspadai dampak curah hujan tinggi yang masih berpotensi terjadi di wilayah kabupaten Agam, mengingat daerah ini, merupakan daerah yang rawan bencana.

HARMEN

To Top