Lubukbasung, kaba12.com — Areal tempat pemakaman umum (TPU) milik Pemkab.Agam di Kampuang Baru, Jorong V Sungai Jariang, Nagari Lubukbasung terancam ambruk.
Pasalnya, areal pemakaman umum yang kini semakin banyak dilakukan pemakaman warga yang meninggal dunia tersebut, berada persis di tepi aliran sungai Batang Lolo, yang saluran airnya justru sudah berubah arah, sehingga menggerus dinding tebing yang berada persis di tepi areal TPU tersebut.
Dikuatirkan, jika dibiarkan berlarut-larut, kompleks TPU Pemkab.Agam yang sudah semakin banyak menjadi tempat pemakaman warga dari berbagai daerah di Sumbar tersebut, akan ambruk dihantam aliran sungai yang kerap membesar, karena saat ini, tebing kompleks pemakaman tersebut, sebagian sudah terban digerus air.
Kondisi itu, dibenarkan beberapa warga Sungai Jariang menjawab kaba12.com saat meninjau lokasi TPU tersebut kemarin.
Disebutkan, areal TPU Pemkab.Agam yang berada di wilayah Kampuang Baru tersebut, menjadi salah satu kawasan yang kini kerap dihantam aliran banjir Batang Lolo, yang kerap menggerus tebing tanah, bahkan saat ini di beberapa lokasi, sekitar 2 meter sudah runtuh dimamah aliran sungai yang banjir.
Seperti disebut Suardi, warga setempat kepada kaba12.com, tergerusnya tebing komleks TPU Pemkab.Agam itu, dampak bergesernya aliran sungai Batang Lolo, karena penumpukan material pasir, tanah dan kayu di bagian tengah sungai, sehingga aliran air memakan bagian tepi tebing.

Pantauan kaba12.com, aliran sungai Batang Lolo sudah cukup banyak memakan bagian tebing kompleks TPU tersebut, bahkan, di bagian atas areal sudah banyak yang runtuh diterjang banjir, “ jika dibiarkan, akan berdampak buruk terhadap kompleks itu,”sebut beberapa warga setempat.
Kondisi itu, diamini Rahman, Asisten I Sekab.Agam di lokasi pemakaman belum lama berselang. Pihaknya, menyebut akan menyampaikan hal itu pada Dinas Sosial Agam untuk segera berkoordinasi dengan unsur terkait, termasuk berupaya mengambil langkah-langkah antisipasi segera.
Diakui Rahman, kondisi aliran sungai Batang Lolo yang bergeser dari aliran yang biasanya, tidak hanya akan berdampak terhadap kompleks areal TPU Pemkan.Agam, tapi juga areal perkebunan dan rumah milik warga, “ kita akan rumuskan bersama unsur terkait dalam waktu dekat, untuk mengambil langkah-langkah antisipasi,”tegasnya.
HARMEN