Pariwara DPRD Bukittinggi

Anggota DPRD Bukittinggi 2019-2024 Dilantik

Bukittinggi, KABA12.com — Sebanyak 25 calon legislatif terpilih untuk DPRD Bukittinggi resmi dilantik menjadi wakil rakyat kota Bukittinggi periode 2019-2024.

Pelantikan dilaksanakan dalam rapat paripurna istimewa di Balai Sidang Hatta, Rabu (07/08). Dihadiri Walikota, Wakil Walikota, Forkopimda, Anggota DPRD Bukittinggi Sekda, KPU, Bawaslu Kepala OPD, Niniak Mamak, Bundo Kanduang dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Rapat paripurna istimewa ini, dibuka secara resmi oleh Ketua DPRD periode 2014-2019, Beny Yusrial, selaku pimpinan sidang. Dalam pembukaan rapat yang terbuka untuk umum itu, Beny Yusrial, menyatakan, 7 Agustus 2019 menjadi momen penting karena keanggotaan DPRD periode 2014-2019 segera berakhir.

“Dalam momen ini, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak, yang telah mendorong terwujudnya suasana kondusif dan demokratis. Dengan suasana itu, kami dapat menjalankan tugas semaksimal mungkin selama lima tahun terakhir. Tidak terasa kami telah berada di penghujung tugas,” ujar Beny.

Ketua DPRD Bukittinggi yang kembali terpilih menjadi anggota DPRD 2019-2024 ini, menambahkan, sejak 7 Agustus 2014 lalu, 25 anggota DPRD Bukittinggi mencoba membangun kinerja dan sinergi bersama pemko. Tujuan utamanya menyelenggarakan pembangunan yang baik dan berpihak kepada masyarakat sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Sesuai dengan fungsi legislasi, pengawasan dan penganggaran, kami sepakat untuk membawa Bukittinggi untuk bangkit dengan memaksimalkan potensi yang ada. Dalam perjalanan lima tahun itu, kami cukup bangga, karena dengan sinergi bersama pemerintah kota, dalam beberapa tahun terakhir, dengan memperhatikan berbagai peluang, Bukittinggi memiliki banyak kemajuan. Kedepan, dengan meningkatkan potensi dan memaksimalkan seluruh kontribusi didukung dengan manajemen pemerintahan yang baik, kami yakin Bukittinggi akan terus menjadi kota yang lebih baik,” harap Beny.

Selanjutnya, Sekretaris Dewan, Hermansyah, membacakan SK yang telah ditandatangani Gubernur Sumatera Barat, 25 calon terpilih anggota DPRD Bukittinggi periode 2019-2024, yakni dari Dapil I kecamatan MKS, Shabirin Rachmat dan Asri Bakar dari partai Gerindra, Syafril dari partai Golkar, Asril dari partai Nasdem, Ibra Yasser dan Ibnu Asis dari PKS, Dedi Fatria dari PPP, Noni dan Nofrizal dari PAN serta Yontrimansyah dan Rusdy Nurman dari Demokrat.

Untuk dapil II kecamatan ABTB, Benny Yusrial dan Muhammad Angga Alfarici dari Gerindra, John Edwar dari Golkar, Syaiful Efendi dari PKS dan Alizarman dari Demokrat.

Selanjutnya dari dapil III kecamatan GP yakni Abdul Rachman dari PKB, Herman Syofyan dari partai Gerindra, Edison dari Golkar, Zulhamdi Nova Candra dari Nasdem, Arnis dan Nur Hasra dari PKS, Irman dari PPP, Rahmi Brisma dari PAN dan Maderizal dari Demokrat.

25 Anggota DPRD Bukittinggi periode 2019-2024, diambil sumpahnya oleh Ketua Pengadilan Negeri Bukittinggi, Habsoro Restu Widodo.

Selanjutnya, Sekwan DPRD Bukittinggi, Hermansyah, mengumumkan nama Pimpinan DPRD Bukitttinggi sementara. “Penetapan pimpinan sementara, dari Gerindra memutuskan Asri Bakar sebagai Ketua DPRD Bukittinggi sementara. Selanjutnya, dari PKS memutuskan, pimpinan sementara DPRD diamanahkan kepada Nur Hasra sebagai Wakil Ketua DPRD sementara Bukittinggi,” jelasnya.

Ketua DPRD Sementara Bukittinggi, Asri Bakar, dalam sambutan pertamanya, menyampaikan, sesuai ketentuan, secara definitif, untuk sementara DPRD Bukittinggi dipimpin dua unsur pimpinan yang dipilih dari dua partai berbeda yang mendapat suara terbanyak dalam pemilu legislatif 2019.

“Untuk itu, izinkan kami, Asri Bakar bersama Nur Hasra, untuk memimpin lanjutan paripurna yang terhormat ini. Kami juga berterima kasih atas partisipasi masyarakat dalam pemilu 2019. Kami akan menggunakan dan memaksimalkan amanah masyarakat ini dengan maksimal,” ujarnya.

Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, dalam kesempatan itu, membacakan pidato Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, yang menyampaikan bahwa rapat paripurna hari ini, menandakan berakhirnya seluruh proses demokrasi lokal sekaligus sebagai titik tolak baru dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat kota Bukittinggi.

“Pemilu 17 April 2019, mencerminkan betapa besarnya harapan seluruh masyarakat dalam memberikan hak pilih mereka dalam menentukan wakil rakyat mereka. Kini saatnya anggota DPRD Bukittinggi periode 2019-2024 melangkah bersama mewujudkan janji untuk mencapai kesejahteraan masyarakat,” ujar Ramlan saat membacakan pidato Gubernur.

Sesuai dengan UU no 23 tahun 2014, tentang pemerintah daerah, otonomi daerah adalah hak, kewenangan dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan masyarakat setempat dalam sistem NKRI. Pada dasarnya ada dua tujuan utama, yakni kesejahteraan dan demokrasi.

“Oleh karena itu, fungsi DPRD sebagai lembaga legislasi, penganggaran dan pengawasan, memegang peranan strategis dalam menentukan keberhasilan penyelenggaraan otonomi daerah. DPRD dan pemerintah daerah secara bersama harus mampu menerjemahkan kebutuhan warga dalam pembangunan Bukittinggi,” lanjutnya.

Selanjutnya pemerintah kota Bukittinggi, memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas kebersamaan yang telah terbangun antara pemko dan DPRD masa jabatan 2014-2019. Kerjasama ini secara nyata telah mampu menyelesaikan sebagian permasalahan di Bukittinggi.

“Kami berharap, kebersamaan yang telah terjalin dapat ditingkatkan oleh anggota DPRD periode 2019-2024. Eksekutif dan Legislatif memiliki kedudukan yang sama sebagai mitra kerja. Bukan lawan dan pesaing dalam melaksanakan fungsi masing-masing, namun saling mendukung satu sama lainnya,” ujar Walikota.

Wako melanjutkan, pemerintah daerah mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas partisipasi dalam pemilu legislatif 2019. Selanjutnya, pemko juga mengapresiasi kinerja penyelenggara pemilu.

“Kami ucapkan terima kasih atas pengabdian dan kerjasama anggota DPRD 2014-2019 dan selamat kepada Anggota DPRD Bukittinggi 2019-2024. Semoga bisa bersinergi dalam membangun Bukittinggi kedepan dan mengemban amanah dari masyarakat,” tutup Wako.

Paripurna dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ustadz Zulfikar, perwakilan Kementrian Agama Bukittinggi. Selanjutnya paripurna ditutup secara resmi oleh Ketua DPRD Bukittinggi sementara.

(Ophik)

To Top