Pariwara Pemko Bukittinggi
“Aia Aka” Bukittinggi Minuman Tradisional Terpopuler Indonesia 2018
Bukittinggi, KABA12.com — “Aia Aka” atau yang juga dikenal Aia Tawa, minuman legendaris pelepas dahaga yang kaya manfaat dari Kota Bukittinggi meraih penghargaan pada ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) 2018.
Aia Aka, diberikan penghargaan dengan kategori Minuman Tradisional Terpopuler dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
API merupakan ajang Kompetisi Pariwisata Terpopuler Indonesia setiap tahun yang dilaksanakan ayojalanjalan.com dan didukung penuh Kementerian Pariwisata RI.
Kegiatan ini berupa pemberian penghargaan kepada objek dan tujuan wisata terpopuler di Indonesia yang merupakan apresiasi pilihan yang dilakukan masyarakat (people choice) secara langsung dengan mengirim SMS dari seluruh provider telepon selular.
Nominasi API tahun 2018 terdapat 18 kategori dengan tim seleksi yang cukup ketat dari berbagai kalangan baik pelaku industri pariwisata, dunia jurnalistik, entrepreneur, broadcaster media massa, blogger maupun akademisi dimana kegiatan ini dimulai sejak bulan Juni, vote dan juga kampanye hingga bulan Oktober 2018.
“Ini yang menjadi inspirasi dan publikator banyak daerah di Indonesia dalam mengembangkan pariwisata di daerahnya. Hal tersebut berdampak dengan banyaknya bermunculan objek wisata baru yang sebelumnya tidak dikenal oleh masyarakat,” ujarnya.
“Kegiatan ini berperan dalam memperkenalkan dan mengangkat banyak objek dan tujuan wisata baru di Indonesia. Termasuk Aia Aka, yang menjadi minuman tradisional terpopuler pada ajang API 2018 yang sebelumnya tidak banyak dikenal wisatawan. Disamping itu dengan semakin populernya objek dan daya tarik wisata akan menjadi inspirasi dan motivator bagi daerah untuk lebih meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan. Ini juga untuk mendorong industry pariwisata Kota Bukittinggi untuk lebih kreatif dan inovatif,” ungkap Ramlan.
“Pencapaian ini harus dijadikan bahan evaluasi untuk melakukan perbaikan disemua aspek. Masih banyak kuliner dan minuman tradisional Bukittinggi maupun objek wisata Bukittinggi yang belum terekspos ke permukaan. Dengan prestasi ini tentu akan berimbas kepada pendapatan untuk mendongkrak perekonomian rakyat. Sehingga kuliner dan minuman tradisional Bukittinggi akan lebih diburu wisatawan, disamping dapat mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah termasuk usaha kreatif. Untuk itu jangan pernah berpuas diri, tetapi jadi pelecut semangat menata diri,” ujarnya.
Walikota Bukittinggi berharap, penghargaan tersebut dapat menjadi pemicu dalam menyelenggarakan pembangunan pariwisata Bukittinggi yang semakin baik.
(Ophik)