Galetek

“ Agam Terang Janganlah Digelapkan “

HARMEN

catatan : Harmen

Satu lagi keunggulan Pemerintahan Kabupaten Agam memberi bukti. Rabu, 5 Februari 2020 akan menjadi catatan sejarah penting bagi daerah ini, terutama dalam upaya menjawab harap dan mimpi masyarakat untuk benderang sampai ke pelosok dusun.

Program Indonesia Terang 2020 yang dicanangkan pemerintahan presiden Jokowi akan menjalarkan benderang di seluruh nagari di kabupaten Agam. Betapa tidak, sebanyak 7.000 unit lampu penerang jalan umum tenaga surya (PJUTS) tahun ini akan dipasang di berbagai sudut wilayah kabupaten Agam.

Sebuah angka yang fantastis, bahkan daerah akan sulit merealisasikannya, jika kebutuhan akan lampu penerang jalan umum sebanyak itu. Apalagi dengan tenaga surya yang ditengarai ramah lingkungan dan menghemat energy listrik, akan menjadi kekuatan penerang yang notabone menjawab harapan akan sosok kemajuan di kabupaten Agam secara nyata.

Dan hakikinya, program Indonesia terang, akan membuat benderang seluruh sudur dusun dan nagari di kabupaten Agam yang memang membutuhkan cahaya ditengah ragam keterbatasan sumber daya yang dimiliki daerah ini.

Hanya saja, menjelang benderang dan terealisasinya program Agam terang itu, kajian, dan komitmen untuk “membangun terang” itu sendiri, sudah harus dipatok sejak saat ini, pasalnya upaya menerangkan wilayah itu, pasti ada saja yang berniat untuk “ menggelapkan”.

Betapa tidak, ditengah kebutuhan akan penerangan termasuk di jalan umum, dan semakin tumbuhnya lampu-lampunya jalan yang menjadi penerangan bahkan menjadi penghias indahnya nagari di kabupaten Agam, juga akan membuat tumbuhnya para pelaku “gelap” yang berniat menggelapkan nagari ini untuk “menggelapkan” .

Banyak contoh yang sudah terjadi, pemasangan PJU bertenaga surya di berbagai ruas jalan, justru merana tinggal kerangka, bahkan cenderung kering, karena aki penghisap tenaga surya yang “katanya” mahal justru diembat dan akhirnya hanya tinggal tiang-tiang menjulang, tanpa bumbu penghidup yang membuat terang.

Sejak dini, mestinya sudah ada kajian, sistim dan komitmen bersama masyarakat untuk menyekat dan memberangus tangan-tangan hitam pembuat gelap ditengah butuhnya terang, sehingga tiang-tiang PJUTS yang sebentar lagi akan menyebar di 7.000 titik itu, bisa terus kokoh berdiri sampai besok, lusa, menahun, berdekade dan berdasawarsa agar bisa dinikmati warga sebagai penerang dikala gelap, agar Agam yang benderang dibuat gelap kembali.

(*)

To Top