Kaba Agam
Agam Siaga Darurat Erupsi Marapi, Bangun 3 Posko Penanganan Dampak Bencana
Lubukbasung,kaba12 — Pemerintah Kabupaten Agam tetapkan status siaga darurat erupsi Gunung Api Marapi terhitung mulai tanggal 8 November 2024, setelah dilakukan rapat koordinasi Forkopimda bersama jajaran terkait Pemkab.Agam di Mess Pemkab.Agam Belakang Balok, Bukittinggi, Jumat, (8/11).
Penetapan siaga darurat erupsi Gunung Api Marapi itu, setelah dilakukan kajian bersama unsur terkait bersama pjs.Bupati Agam, termasuk menyikapi perkembangan kondisi erupsi Gunung Marapi yang beberapa hari terakhir mengalami peningkatan, dengan potensi yang dikuatirkan berdampak terhadap masyarakat di kawasan tersebut.
Termasuk penetapan status Level III ( Siaga ) oleh BVMBG menyikapi peningkatan aktivitas erupsi dengan tinggi kolom abu yang mencapai 2000-25000 di puncak, bahkan menyebar ke berbagai wilayah di Kabupaten Agam termasuk Kota Bukittinggi.
Bahkan, Bupati Agam sudah menyebarkan surat edaran nomor 360/381/BPBD-AG/XI/2024 tanggal 6 November 2024, yang 6 kecamatan masing-masing Canduang, Baso, Ampek Angkek, Banuhampu, Sungaipua dan IV Koto sebagai wilayah yang berpotensi terdampak paparan erupsi Gunung Marapi.
Rapat koordinasi penetapan status siaga darurat erupsi Gunung Api Marapi itu, diikuti kepala BNPB diwakili Harmensyah, Widyaswara Ahli Utama BNPB, BPBD Sumbar, Asisten I Sekab. Agam Rahman, Kalaksa BPBD Agam Budi Perwira Negara, Kodim 0304/Agam, Polresta Bukittinggi, para camat, kepala OPD terkait dan berbagai organisasi yang bergerak dibidang kebencanaan.
Sementara menyikapi penetapan status siaga darurat erupsi Gunung Api Marapi itu, Kalaksa BPBD Agam Budi Perwira Negara didampingi Kabid.KL BPBD Agam Ichwan Pratama Danda menyebutkan, Pemka.Agam bersama unsur terkait dalam penanganan dampak bencana menyepakati dibangun 3 posko siaga darurat masing-masing di kantor camat Sungaipua, Jorong Batang Silasiah dan Jorong Limo Kampuang.
Dijelaskan, mulai Jumat, (8/11) akan dibangun posko siaga darurat erupsi Gunung Marapi, dan akan langsung dilakukan berbagai langkah antisipasi di lapangan, termasuk sosialisasi pada masyarakat secara bertingkat, termasuk pemasangan himbauan di kawasan Gunung Api Marapi, termasuk di jalur evakuasi.
“ Sesuai instruksi Bupati Agam, langkah antisipasi harus maksimal dilakukan, untuk mengantisipasi dampak terhadap masyarakat, jangan sampai jatuh korban jika aktivitas erupsi Gunung Marapi terus meningkat, “ tegasnya.
(HARMEN)