Kaba Agam

Agam Mundur 20 Tahun,Infrastruktur Hancur Akibat Bencana Total Kerugian Capai Rp6,5 Triliun

Lubukbasung,kaba12 — Kabupaten Agam diperkirakan mundur lebih dari 20 tahun dalam sektor sarana pembangunan dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi akhir tahun 2025 lalu.

Tercatat lebih dari Rp6,5 triliun kerugian dalam bidang infrastruktur dampak bencana yang melanda 13 dari 16 kecamatan, dengan 6 kecamtaan terparah, masing-masing Kecamatan Palembayan, Tanjung Raya, Malalak, Matur, IV Koto dan Palupuah.

Data yang sebelumnya dirilis posko penanganan dampak bencana tercatat total kerugian mencapai Rp.6,5 triliun masing-masing perumahan Rp608,6 miliar, infrastruktur Rp.5,2 triliun, ekonomi Rp564,8 miliar, sosial Rp75 miliar dan lintas sectoral Rp24,9 miliar.

Kondisi infrastruktur yang hancur terdampak bencana di Kabupaten Agam, diantaranya kerusakan parah dan hancurnya 40 jembatan, lebih dari 23 ruas jalan vital hancur, belum termasuk ruas jalan kabupaten, jalan nagari dan jalan nasional yang mengalami kerusakan akibat hantaman banjir bandang dan tanah longsor.

Kondisi infrastruktur yang mengalami kerusakan cukup banyak terjadi di kecamatan Tanjung Raya, Malalak, Palembayan, Palupuah, Matur dan IV Koto, yang mayoritas tidak bisa dimanfaatkan lagi, dan membutuhkan penanganan ekstra.

“Disisi infrastruktur utama, Kabupaten Agam mundur 20 tahun ke belakang. Banyak kerusakan yang dialami, baik sarana jalan, jembatan, irigasi, bangunan dan berbagai sarana vital lain, “sebut Ofrizon, Kadinas PUTR Agam saat berdiskusi dengan kaba12 kemarin.

Disebutkan, saat ini proses penanganan awala terutama dilakukan dengan pembersihan sarana,pembukaan akses jalan, pembangunan jembatan darurat dan langkah-langkah taktis lain, yang dibantu oleh TNI-Polri bersama para relawan, “ butuh waktu dan dukungan dana yang sangat besar untuk pembenahan,”ungkapnya.

Untuk penanganan lanjut,disebutkan Ofrizon, pihaknya sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah propinsi dan pemerintah pusat, serta support khusus dari berbagai berbagai elemen penting dalam penyediaan anggaran untuk pembangunan kembali infrastruktur terdampak.

“ Kita sangat berterimakasih atas dukungan dan bantuan yang diberikan pemerintah pusat dan propinsi,dengan support berbagai unsur, upaya penanganan awal dan rencana pemulihan, diharapkan bisa bergerak cepat, “harap Kadinas PUTR Agam itu serius.

Sementara informasi yang diperoleh kaba12, proses penanganan di masa transisi pemulihan bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam saat ini, selain difokuskan untuk normalisasi aliran sungai, pembersihan material bencana, juga mengejar tengah pembangunan Huntara yang semula dijadualkan akan bisa ditempati para korban terdampak tanggal 20 Januari ini, termasuk program penanganan berkelanjutan yang secara intens terus dilakukan unsur terkait di Pemkab.Agam.

(HARMEN)

0Shares
Agam Mundur 20 Tahun,Infrastruktur Hancur Akibat Bencana Total Kerugian Capai Rp6,5 Triliun
To Top