Kaba Terkini

Dua Nagari di Agam Disiapkan KPPPA Sebagai Nagari Bebas Pornografi Anak

Lubukbasung, KABA12.com — Asisten Deputi Perlindungan Anak dari Situasi Darurat dan Pornografi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Republik Indonesia, Darmawan menyebutkan Kabupaten Agam satu dari lima daerah yang nagari/desanya disiapkan sebagai Nagari/Desa Bebas Pornografi Anak.

Hal itu disampaikannya dalam workshop membangun sistem perlindungan anak dari bahaya narkoba berbasis nagari, Selasa (25/06), di metting room Hotel Sakura Syariah Lubukbasung.

“Saat ini paparan pornografi anak melalui internet dan medosos sudah sampai ke seluruh pelosok desa/nagari. Dalam rangka pencegahan dan penanganannya, tahun ini akan di bentuk lima desa/nagari bebas pornografi anak sebagai percontohan. Satu sudah dibentuk di Kampung Maluang Kalimantan Timur, kedua di Sulawesi Selatan, lalu Nusa Tenggara Timur. Kemudian Bangkabelitung dan terakhir Sumatera Barat di Kabupaten Agam. Kelima daerah ini akan jadi model agar dapat dicontoh oleh seluruh desa/kampung/nagari di Indonesia,” sebutnya.

Pencanangan desa/nagari bebas pornografi anak itu katanya akan dilakukan pada September mendatang di pusat langsung oleh Menteri PPPA RI Yohana Yembise.

Adapun kriteria untuk membentuk nagari bebas pornografi anak ini lebih lanjut dijelaskan, yaitunya desa/nagari yang telah terhubung dengan akses internet, adanya keinginan pemerintah dan masyarakat, kemudian adanya fakta/informasi tentang pornografi anak.

“Sebelum dicanangkan nantinya, nagari ini terlebih dahulu harus melalui beberapa tahapan. Mulai dari assesment yang akan dilakukan dua hari kedepan, kemudian penyusunan rencana aksi, lalu pelaksanaan kegiatan, minitoring dan evaluasi yang juga akan didampingi oleh ECPAT Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Dalduk KB dan P2PA Agam melalui Kabid Perlindungan Anak, Asnidawati menyampaikan, pihaknya telah mengusulkan dua nagari yang akan dibentuk sebagai nagari bebas pornografi anak, yaitunya Nagari Sungaipua dan Nagari Lubukbasung.

“Alasan pemilihan Nagari Sungaipua sebagai percontohan karena pemerintah nagari setempat sudah memiliki komitmen untuk melindungi anak, seperti adanya peraturan nagari serta adanya anggaran khusus untuk perlindungan anak. Sementara Lubukbasung dipilih karena masyarakatnya yang heterogen, serta ditemukan adanya kasus pornografi dan pelecehan seksual di daerah itu, disamping Lubukbasung merupakan ibukota dari Kabupaten Agam. Sehingga adanya masing-masing satu percontohan untuk agam dibagian timur dan barat,” ujar Asnidawati.

Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Martias Wanto, menyebutkan, pornografi anak merupakan persoalan yang sangat serius dan membutuhkan penanganan bersama seluruh masyarakat.

“Pornografi sangat mudah diakses melalui smartphone. Ini bukan masalah yang diangap biasa dan sepele, namun pornografi menjadi persoalan di masyarakat karena dampak negatif yang ditimbulkan dapat merusak generasi muda penerus kita yang akan datang. Mari kita bersama-sama komitmen untuk mencegah dan menangani persoalan ini,” sebut Sekda Agam.
(Jaswit)

To Top