Bukittinggi, KABA12.com — Keterbatasan ketersediaan air baku dan tingkat kebocoran pipa distribusi merupakan kendala yang dihadapi PDAM Tirta Jam Gadang dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada masayarakat kota Bukittinggi.
“Dua persoalan itu menjadi prioritas program kerja PDAM Tirta Jam gadang kedepannya pasca Pelantikan Direktur PDAM Tirta Jam Gadang,” ungkap Direktur PDAM Tirta Jam Gadang Bukittinggi, Budi Suhendra, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (13/10).
Dikatakan Budi Suhendra, selaku Direktur PDAM Tirta Jam Gadang yang baru dilantik beberapa minggu ini, tentu memiliki program kerja. Dimana untuk program kerja jangka pendek ini, PDAM Tirta Jam Gadang akan melakukan pembenahan kondisi internal terkait dengan Sumbar Daya Manusia (SDM). Disamping itu, juga untuk melakukan penam bahan kapasitas air baku. Dan untuk sumber air bakunya dalam proses, yang berlokasi di Panorama Baru.
“Sedangkan, untuk program jangka menengah, kami dari PDAM akan menurunkan tingkat kebocoran. Dimana untuk pipa induk dari sumber air di Sungai Tanang sampai kota Bukittinggi sudah diganti dengan pipa yang baru. Dan sekarang kebo coran itu banyak ditemukan pada jaringan pipa distrisbusi dan kebocoran pipa distribusi itu sangat mempengharuhi suplay air bersih ke rumah rumah masyarakat. Untuk itu pembenahan pipa Distribusi ini menjadi program jangka menengah kami,” kata Budi Suhendra.
Sebab, lanjutnya, di Kota Bukittinggi, memiliki 4 zona pelayanan utama, untuk penggantian pipa distribusi untuk satu zona pelayanan dibutuhkan anggaran sebesar Rp 30 milyar. Karena untuk penggantian pipa distrisbusi itu membutuhkan anggar an yang cukup besar, makanya kegiatan ini menjadi program Jangka menengah kita kedepannya,” ungkap Budi Suhendra.
Untuk program jangka panjang, tentu PDAM Tirta Jam Gadang menginginkan adanya peningkatan pelayanan yang prima kepada masyarakat. Dan itu, baru bisa diperoleh, setelah Sumber Daya manusia (SDM) tersedia dan mendukung. Kapasitas air baku mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kota Bukittinggi.
“Dan saya selaku Direktur PDAM Tirta Jam Gadang yang baru saja diberi amanag untuk memimpin PDAM ini, juga bertekad untuk membenahi PDAM ini sebaik mungkin dan akan berusaha ada penambahan kapasitas air baku 100 liter perdetik setiap tahunnya,sesuai dengan prediksi pertumbuhan penduduk kota Bukittinggi,” ungkap Budi Suhendra.
Diakui oleh Budi Suhendra, kalau pun ada program kerja, baik itu jangka pendek, menengah dan jangka panjang, tanpa didukung secara bersama, tentu sulit dicapai secara sempurna.
“Untuk itu, kita dari PDAM Tirta Jam Gadang butuh dukungan penuh semua Stakeholder, terutama Kepala daerah atau walikota Bukittinggi selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM),” harap Budi Suhendra.
Kemudian, Budi Suhendra selaku Direktur PDAM Tirta Jam Gadang yang terpilih melalui Fit And Propert tes yang diadakan pemerintah Kota Bukittinggi bersama unsur manajemen dan seluruh karyawan PDAM Tirta Jam Gadang, memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Kota Bukittinggi.
Sebab baru kali ini, kepala daerah memberikan kepercayaan kepada pegawai murni PDAM Tirta Jam Gadan untuk menahkodai PDAM sejak berdiri ditahun 1975.
“Kepercayaan yang diberikan ini, menjadi penyemangat bagi kami di PDAM untuk bekerja menggapai PDAM sebagai perusahaan yang maju berkembang dan madani,” jelasnya.
(Ophik)