Lubukbasung, kaba12.com — Rencana pelaksanaan proses belajar mengajar (PBM) tatap muka yang dijadualkan awal Agustus mendatang di kabupaten Agam kembali terancam ditunda, menyusul penambahan 1 pasien asal Agam yang dinyatakan positif terkonfirmasi covid-19, Rabu,(23/7) kemarin.
Saat ini, kabupaten Agam mencatat 2 warga positif terkonfirmasi covid-19, 1 warga Padanglua, kecamatan Banuhampu, dan 1 warga asal Gaduik, kecamatan Tilatang Kamang yang keduanya sudah menjalani isolasi di RS.Padang Besi, Padang.
Pasalnya, rencana pemberlakuan PBM tatap muka, sesuai ketentuan yang digaris pemerintah pusat, daerah bisa melaksanakan kegiatan PBM tatap muka, jika berada dalam zona hijau, sementara saat ini, kabupaten Agam masih berada dalam zona kuning.
Kondisi itu dibenarkan ketua harian tim gugus tugas covid-19 Agam H.M.Dt.Maruhun menjawab kaba12.com di Lubukbasung, Jumat,(24/7), menyusul penambahan 1 pasien baru asal Agam, Rabu lalu.

Disebutkan, keputusan PBM tatap muka, masih akan dirumuskan bersama unsur terkait, karena tim monitoring persiapan sekolah menghadapi PBM tatap muka, baru selesai Kamis kemarin, “ kesimpulan dan keputusan resmi, akan ditetapkan setelah dilakukan pertemuan seluruh unsur terkait, “ sebut M.Dt.Maruhun.
Ditegaskan M.Dt.Maruhun, keputusan PBM tatap muka itu, harus betul-betul matang, karena harus mengacu pada keputusan 4 menteri masing-masing Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri, tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran/ tahun akademik baru di masa Pandemi Covid-19, salah satunya terkait dengan pembelakuan PBM tatap muka hanya di daerah zona hijau.
Disebutkan Sekab.Agam itu, pihaknya bersama jajaran terkait, khususnya Disdikbud.Agam, Dinkes Agam, Kemenag dan unsur lain, akan kembali merumuskan langkah-langkah terkait dengan perkembangan kondisi di lapangan.
“Kita akan himpun masukan, termasuk dari masyarakat, karena proses monitoring sudah selesai dan tinggal rumusa. Namun karena ada perkembangan terbaru, kita akan bahas secara khusus, “ jelas M.Dt.Maruhun lagi.
HARMEN