Baso, kaba12.com — Pemerintah Kecamatan Baso, memberi dukungan penuh terhadap perkembangan destinasi wisata baru Bukik Bukua yang terletak di Jorong Baso, Nagari Tabek Panjang, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam.
Pasalnya dengan adanya atraksi olahraga paralayang di Bukik Bukua yang baru-baru ini dilakukan atlet Sumbar, bisa menambah kunjungan wisatawan dan meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.
Menurut Sekretaris Camat Baso, Noviardi, objek wisata Bukik Bukua memiliki pesona keindahan alamnya yang memukau. Hal ini dikarenakan Bukik Bukua letaknya yang strategis, sehingga bisa melihat hamparan panorama alam yang sangat indah. Apalagi dengan adanya atraksi paralayang di Bukik Bukua bisa mengundang wisatawan untuk berkunjung ke lokasi ini.

“Dengan adanya atraksi paralayang di Bukik Bukua, kita optimis bahwasanya dengan hal ini bisa meningkatkan objek wisata baru di Kecamatan Baso. Sehingga dengan hal ini secara otomatis kita bisa meningkatkan omset bagi masyarakat setempat,” kata Noviardi kepada kaba12.com, Minggu (21/6).
Dikatakan Sekcam Baso itu, atraksi paralayang di Bukik Bukua, bisa dijadikan sebagai pemancing minat bagi wisatawan untuk mengunjungi lokasi ini. Disebutkan, untuk kedepannya pihaknya bersama masyarakat setempat bekerjasama untuk menyiapkan sarana dan prasarana di Bukik Bukua dalam rangka meningkatkan kegiatan kepariwisataan.
Menurutnya, dengan dibukanya tempat take off paralayang di Bukik Bukua, ini bisa menjadi motivasi dan semangat bagi masyarakat setempat untuk mengembangkan objek wisata ini dengan melakukan penataan dan pembenahan secara bertahap.
Meski demikian, tambahnya, saat ini objek wisata Bukik Bukua belum terlalu terekspos oleh publik, makanya dengan atraksi paralayang inilah agar bisa diketahui oleh masyarakat luas.

“Apalagi paralayang ini kan olahraga minat khusus, sehingga rasa penasaran masyarakat untuk mengetahui dan melihatnya secara dekat. Dengan begitu kita bisa memancing rasa kepengen tahuan masyarakat untuk mengunjungi tempat ini,” ujarnya.
Dengan adanya spot take off paralayang ini, diharapkan seluruh lapisan masyarakat setempat bisa saling bahu membahu untuk mengembangkan objek wisata ini. Sehingga dengan hal ini tagline #AyoKeAgam yang sedang diprogramkan Pemerintah bisa disukseskan bersama-sama.
“Selain itu dengan hal ini juga kita bisa memasukkannya kedalam rencana pembangunan Nagari dalam bidang Pemberdayaan. Karena saat ini di Nagari-nagari kita membutuhkan inovasi, dan lokasi wisata yang mati suri bisa dibangkitkan kembali,” jelasnya.
(Bryan)