Kualitas pendidikan di Indonesia saat ini masih dalam kondisi yang cukup memprihatinkan. Keterbatasan sarana prasarana, jumlah guru yang tidak merata, kualitas guru yang dinilai masih kurang, serta kurikulum yang sering gonta-ganti merupakan beberapa penyebab belum majunya mutu pendidikan Indonesia.
Maka dari itu diperlukan adanya evaluasi & kajian lebih lanjut terhadap sistem pendidikan yang berlaku selama ini demi meningkatkan kualitas pendidikan.
Bertolak belakang dengan Indonesia, Finlandia justru didaulat menjadi negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia.
Ada 5 hal yang menjadikan Finlandia sebagai negara dengan sistem pendidikan terbaik, diantaranya yaitu :
Pilihan sekolah di Finlandia hanya sedikit dan semua dikelola oleh pemerintah
Pelajar-pelajar di sana kebanyakan menuntut ilmu di sekolah negeri, hanya ada sedikit sekolah swasta di Finlandia.
Pemerintah melarang sekolah membebani siswanya dengan biaya sekolah, termasuk juga sekolah swasta tetap diatur secara ketat oleh pemerintah dalam hal pengaturan biaya sekolah. Sekolah di sana mempunyai lingkungan yang aman dan sehat untuk anak-anak, pemerintah menawarkan semua anak makanan gratis, akses mudah ke pelayanan kesehatan, konseling psikologis dan bimbingan individual.
Sedikit Mendapatkan PR dan Tidak Ada Ujian Nasional
Selain jarang diberi PR, Finlandia juga tidak menyelenggarakan ujian nasional di setiap jenjang pendidikan. Yang ada hanya ujian matrikulasi pada jenjang sekolah menengah atas yang bersifat sukarela.
Siswa SD belajar selama 4-5 jam/hari dan setelah 45 menit belajar mereka berhak mendapat waktu istirahat selama 15 menit. Masyarakat Finlandia meyakini bahwa kemampuan terbaik siswa untuk menyerap ilmu pengetahuan baru akan datang jika mereka memiliki kesempatan untuk mengistirahatkan otak dan membangun fokus baru.
Tidak Ada Kompetisi
Pendidikan di Finlandia juga tidak mengenal istilah kompetisi maupun sistem peringkat. Tidak ada daftar sekolah terbaik, guru terbaik, ataupun siswa terbaik. Bagi mereka pendorong utama kebijakan pendidikan adalah kerjasama, bukannya persaingan antar sekolah, antar guru, maupun antar murid.
Pemerintah menginginkan adanya kesetaraan dan mengurangi kesenjangan dalam dunia pendidikan. Menurut mereka kompetisi dalam dunia pendidikan merupakan suatu konsep yang destruktif, evaluasi yang terus menerus dilakukan dapat menghancurkan mental anak, membuat anak kurang percaya diri dengan kemampuannya.
Kurikulum Yang Fleksibel
Sekolah-sekolah di Finlandia tidak terikat dengan kurikulum pendidikan yang seragam. Kementerian pendidikan hanya memberikan “kurikulum dasar” semacam panduan umum mengenai mata pelajaran yang harus diajarkan dan tujuan yang harus dicapai setiap tingkat pendidikan.
Guru Yang Berkualitas
Guru dan staf sekolah di Finlandia memiliki kemampuan tinggi dan tanggungjawab yang besar terhadap keberhasilan pendidikan. Gelar Magister diperlukan untuk dapat menjadi seorang guru. Pemerintah Finlandia juga memastikan ada cukup guru untuk melaksanakan pembelajaran yang intensif dan optimal. 1 orang guru mengampu 12 siswa, jadi guru bisa memberikan perhatian dan penilaian khusus untuk setiap anak.
(sumber: kompasiana.com)