Kaba Tausyiah

Balasan Bagi Pelaku Zina

Perbuatan zina merupakan salah satu perbuatan tercela yang sangat besar dosanya. Berbeda dengan beberapa perbuatan dosa lainnya, akibat dari perbuatan zina biasanya akan dirasakan oleh pelakunya baik di akhirat (berupa ganjaran dosa) mau pun di dunia (berupa kesengsaraan hidup).

Hal ini senada dengan apa yang dijelaskan oleh Rasulullah SAW yang menyatakan jika Allah SWT akan membalas perbuatan dosa zina di dunia selama orang – orang yang melakukan zina masih hidup dan juga akan terus membalas perbuatan dosa zina di akhirat kelak.

Saking besarnya dosa perbuatan zina, Allah bahkan turut menyandingkan perbuatan zina dengan perbuatan dosa yang sangat besar seperti syirik dan juga pembunuhan.

Secara umum, ganjaran perbuatan dosa zina dapat dibedakan menjadi tiga ganjaran yaitu ganjaran ketika masih di dunia, ganjaran ketika di akhirat, dan ganjaran di alam kubur / siksa kubur.

Balasan di Dunia

Para pelaku zina di dunia akan diberi setidaknya tiga kesengsaraan hidup yaitu, cahaya muka yang redup atau bahkan hilang / lenyap, umur yang semakin pendek, menjadi manusia miskin yang kekal.

Orang yang berbuat zina biasanya juga akan mendapatkan ganjaran dari manusia lainnya berupa cemoohan, pengucilan, kebencian dan juga berbagai macam ganjaran lainnya.

Bahkan, dalam beberapa kasus tertentu, aktivitas zina juga dapat menimbulkan dosa kepada orang lain yang tinggal di sekitar penzinah seperti dosa gibah, dosa fitnah, atau bahkan dosa penganiayaan dan pembunuhan.

Balasan di Akhirat

Sedangkan ganjaran yang akan diterima oleh para pelaku zina di akhirat yaitu, Murka Allah SWT, siksa api neraka yang sangat pedih dan proses penghisapan yang sangat buruk.

Siksa di Alam Kubur

Selain mendapatkan ganjaran baik di dunia maupun di akhirat, para penzina akan dihukum dengan siksaan berupa dipanggang dan dibakar di dalam tunggu api. Hal ini seperti apa yang diutarakan oleh Rasulullah SAW dalam salah satu haditsnya yang artinya : “Ada pun Pria – pria dan wanita telanjang yang berada di bangunan seperti tungku api adalah para laki – laki dan perempuan pezina.” (H.R. Al-Bukhari). Semoga kita dapat lebih mawas diri lagi sehingga tidak mudah terjerumus ke dalam hal – hal yang berbau perzinahan.  

(sumber: beritaislam)

0Shares
To Top