Tanahdatar, KABA12.com — Kerapatan Adat Nagari Sumpu Kabupaten Tanahdatar laksanakan prosesi Batagak Kudo-kudo Tonggak Tuo Kantor KAN setempat, Kamis (27/09).
Prosesi adat batagak tonggak tuo pembangunan kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) diawali dengan pemilihan kayu oleh tukang, dan biasanya kayu yang dijadikan tonggak tuo bernama kayu jua, selanjutnya dilakukan prosesi menebang kayu yang diawali dengan do’a bersama dan pidato adat.
Prosesi menebang kayu pun diawali oleh tokoh adat, tokoh agama, tokot masyarakat dan tokoh pemuda, baru kayu yang sudah dipilih ditebang oleh masyarakat secara bergotong royong.
Setelah kayu ditebang prosesi dilanjutkan dengan penanaman pohon kembali, pohon yang ditanam kembali biasanya selalu lebih dari satu, prosesi ini menggambarkan bahwa masyarakat tidak hanya bisa memanfaatkan yang sudah ada, namun juga melestarikannya kembali agar dikemudian hari anak cucu mereka juga bisa menikmatinya.
Setelah prosesi ini selesai, dilanjutkan dengan maelo kayo (membawa kayu dari hutan ke lokasi dimana akan didirikan bangunan). Selanjutnya baru mendirikan tonggak tuo yang menandai awal dimulainya mendirikan sebuah bangunan.
Semua prosesi ini dari awal sampai selesai dilakukan secara bersama dan bergotong royong oleh masyarakat.
Wabup Zuldafri Darma yang menyempatkan diri hadir menyaksikan prosesi adat tersebut mengatakan bahwa ini adalah sebuah contoh nyata masyarakat Nagari Sumpu dalam melestarikan adat dan budaya Minang. Tidak hanya itu, menurutnya prosesi adat ini juga sebagai pembelajaran kepada generasi muda bahwa dengan bergotong royong seberat dan sesulit apapun pekerjaan akan terasa mudah dan ringan.
Wabup mendeskripsikan terkait dengan penanaman poho kembali setelah menebang kayu, menurutnya hal itu menggambarkan filosofi “Patah tumbuah hilang baganti” yang artinya hilang satu akantumbuh seribu.
“Kita tanam kembali pohon yang sama jenisnya dengan harapan hilang satu tumbuh seribu” ujarnya.
Dia juga berharap apa yang telah dilakukan hari ini bisa ditularkan dan menjadi contoh kepada nagari-nagari yang lainnya di Tanahdatar bahkan Sumatera Barat.
Sementara, Ketua pelaksana Yohanes mengharapkan prosesi ini bisa menjadi awal kebangkitan masyarakat dalam bergotong royong untuk membangun nagari.
(Jaswit)