Bukittinggi, KABA12.com — Keberadaan olah raga sepatu roda di Bukittinggi terus menampakkan kiprahnya.
Cukup banyak event tingkat daerah, provinsi dan nasional yang telah diikuti dan hasilnya sangat memuaskan.
Terakhir kejuaraan sepatu roda tingkat Sumatera, di Padang Pariaman, 13 dan 14 Oktober 2018.
Karena prestasi itu, Rabu (31/10) ketua pengurus persatuan olah raga sepatu roda, Rismaidi bersama pelatih dan para atlit sepatu roda Bukittinggi, mengadakan pertemuan dengan Walikota Bukittinggi, di ruang rapat utama Balaikota.
Ketua pengurus persatuan olah raga sepatu roda Bukittinggi, Rismaidi, yang juga anggota DPRD Bukittinggi, mengatakan, kepengurusan Persatuan Olah Raga Sepatu Roda Indonesia (Porserosi) untuk kota Bukittinggi baru masuk tahun ke dua. Jumlah atlit sepatu roda yang ada sebanyak 19 orang. Sejauh ini telah dilakukan beberapa ujicoba. Seperti ujicoba pertandingan tingkat propinasi di Solok meraih 6 emas, 1 perak dan 4 perunggu dengan posisi urutan dua juara umum setelah Kota Pariaman. Kemudian mengikuti Kejuaraan Tingkat Nasional di Bekasi diutus tiga orang dan meraih dua medali perak.
“Pada tanggal 13-14 Oktober lalu, atlet kita juga mengikuti kejuaran sepatu roda tingkat Sumatera. Alhasil, mereka berhasil meraih juara umum 3 dengan mendapatkan 7 emas, 3 perak dan 5 perunggu. Cukup banyak potensi di cabang olah raga sepatu roda. Apalagi dikaitkan dengan Porprov yang akan berlangsung 18 November mendatang. Untuk Porprov atlit kita optimis bisa meraih medali lebih dan mengalahkan juara bertahan Kota Pariaman. Target mendapat 10 medali emas di Porprov,” ungkapnya.
Dari prestasi itu, Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, mengucapkan terima kasih atas perhatian dan pembinaan pengurus selama ini. Pemko sangat berbangga atas prestasi dari para atlit sepatu roda ini. Pemko sangat mendukung dan mendorong bagaimana sepatu roda di Bukittinggi bisa berkembang dan diminati setiap orang terutama anak-anak.
“Teruslah berlatih, walaupun tidak ada event. Kita coba nanti mengadakan Bukittinggi Cup untuk olahraga sepatu roda. Kita adakan pertandingan antar sekolah, antar SD, SMP dan SMA. Olah raga sepatu roda memang masih baru di Bukittinggi, tapi baru dua tahun namuni perkembangannya luar biasa,” ungkap Ramlan.
Bukittinggi akan berusaha mencarikan tempat latihan yang memadai.
Komplek perkantoran Balaikota Bukittinggi juga diizinkan sebagai lokasi latihan di luar jam kerja.
“Semoga keberadaan olah raga Sepatu Roda semakin diterima masyarakat Bukittinggi kedepannya,” jelas Wako.
(Ophik)