Lubukbasung,kaba12.-Pondok Pesantren Alquran Darul Inqilabi Lubukbasung sambut kedatangan santri baru angkatan tahun 2026/2027 dengan menghadirkan orangtua santri sekaligus mengikuti parenting orang tua untuk membangun kepercayaan antara orang tua dan pondok pesantren.
Kegiatan parienting ini digelar Minggu, (5/7/2026) yang disampaikan Ustad Imam, dihadapan pada orangtua santri baru bersama para santri sebagai bagian dari perkenalan dan silaturrahmi awal sesuai tradisi yang dibangun di ponpes tersebut.
Menurut Ustad Imam ,parenting orang tua terkait peran dan sinergi orang tua – guru merupakan hal penting dalam mendorong pengembangan potensi pendidikan anak.
Disebutkan, sosok ayah harus menjadi model teladan, menjadi guru pertama dan utama , memberi kasih sayang yang cukup dan tulus kepada anak, mendoakan sang anak , memberi nafkah yang halal dan cukup menjadi penanggungjawab utama dalam pengasuhan dan mendidik anak.
“Hal serupa, peran ibu harus menjadi model teladan, menjadi guru pertama dan utama , memberi kasih sayang yang tulus kepada anak dan mendoakan sang anak,menyiapkan makanan dan minuman halalan thoyyiban dirumah serta mengali dan mengoptimalkan tangggungjawab kalau ada yang tidak sepaham dimusyawahkan bersama, “ujarnya.
Ditambahkan Ustad Imam, kalimat-kalimat yang benar dan bijak menjadi dasar penting dalam mendidik anak,” mari kita jadikan anak sebagai investasi akhirat,” ungkap ustad Iman yang tim dan guru di Pondok PADI Lubukbasung itu lagi.
Sementara menurut Hasneril, Pimpinan Pondok Pesantren Alquran Darul Inqilabi Lubukbasung menyampaikan ungkapan terimasih atas para orangtua santri dalam kegiatan tersebut, “kehadiran bapak-ibu adalah bukti nyata dari komitmen dan kepedulian kita bersama demi masa depan anak-anak kita, sekaligus kepercayaan besar terhadap pondok pesantren ini, “sebutnya.
Hasneril secara rinci menyampaikan 5 program utama PADI, yang menjadi pilar pendidikan santri, yakni pembentukan adab, dengan menjadikan akhlak mulia sebagai fondasi utama karakter santri, kemudian pemberdayaan dengan melatih santri agar bisa hidup mandiri, “setidaknya mereka nanti bisa mengurus diri sendiri ketika keluar dari pondok dan membantu orang tua di rumah ,”sebutnya.
Program ketiga Tahfiz Setiap Hari, untuk menanamkan kecintaan pada Al-Qur’an melalui setoran hafalan yang dilakukan setiap hari, kemudian belajar Tafqih. Yaitu belajar ilmu agama melalui kitab-kitab pelajaran pondok tradisional dan program kelima Tadris yakni pembelajaran ilmu pengetahuan umum sesuai kebutuhan untuk melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi.-HARMEN.-