Maninjau,kaba12 — Jalur jalan propinsi ruas Kelok 44 yang berada dalam dua wilayah kecamatan di kabupaten Agam, masing-masing Kecamatan Tanjung Raya dan Matur makin berbahaya untuk dilewati kendaraan.
Pasalnya, ruas kelok 8-9-10 yang runtuh sejak 8 bulan lalu, dampak bencana hidrometeorologi 2025, kondisi per Rabu, (1/7/2026) nyaris putus dan sangat rawan untuk dilewati.
Informasi yang diperoleh kaba12 dari Miswardi, Ketua TKSK Agam, Rabu,(1/7/2026), ruas jalan yang dikenal sebagai ikon wisata di Indonesia itu, di jalur kelok 10 kondisinya makin berbahaya, karena selain sebagian badan jalan sudah runtuh digerus longsor, di jalur jalan itu juga ada cerukan yang terkikis air, sehingga sangat rentan runtuh dan ambruk.

Kondisi itu, diyakini akan semakin memburuk, bahkan kemungkinan jalur kelok 9-10 akan putus, karena berpotensi runtuh, apalagi kondisi curah hujan yang beberapa hari terakhir masih sangat tinggi di kawasan itu.
Disebutkan, untuk mengantisipasi dampak terhadap pengguna jalan, mengingat ruas kelok 44 menjadi titik utama penyambung jalur transportasi Lubukbasung-Maninjau-Bukittinggi atau sebaliknya, sejak 8 bulan terakhir pasca jalur jalan itu runtuh digerus longsor, sudah dipasang garis polisi untuk peringatan agar pengguna jalan waspada.

“Namun, kita kuatir jika pengguna jalan melintasi jalur itu malam hari, karena ruas jalan di kelok-kelok sangat gelap karena tidak ada penerangan jalan. Betul-betul mengerikan, “sebutnya.
Untik antisipasi, informasi yang diperoleh kaba12,Rabu malam, petugas kepolisian dari Polsek Tanjung Raya, juga sudah memantau langsung ke lokasi ruas yang runtuh tersebut,dan sengaja bersiaga untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan.

Sementara sejauh ini, konfirmasi kaba12 dengan pihak terkait, termasuk Kadinas PU Agam Ofrizon, masih belum merespon konfirmasi terkait upaya darurat yang dilakukan Pemprov Sumbar, termasuk rencana perbaikan ruas jalan kelok 44 yang sejak 8 bulan pasca bencana hidrometeorologi 2025, terdampak cukup parah akibat curah hujan tinggi yang memicu longsor.
(HARMEN)