Pariwara Pemkab Agam

Agam Berpacu Atasi Dampak Bencana, Pemulihan Sektor Pertanian Prioritas

Lubukbasung,kaba12 — Kabupaten Agam tengah berpacu mengatasi dampak bencana hidrometeorologi 2025 yang memporak-porandakan berbagai potensi andalan yang selama ini sangat diandalkan sebagai penyangga berbagai kebutuhan ekonomi masyarakat.

Bencana hidrometeorologi yang terjadi akhirnya November 2025 lalu, yang berlangsung hingga Maret 2026, memicu dampak luar biasa di berbagai sector. Tidak hanya infrastruktur utama, seperti jalan, jembatan, irigasi persawahan, saluran air bersih, sarana pendidikan, rumah-rumah penduduk, bahkan 163 warga dinyatakan meninggal dan lainnya masih dinyatakan hilang.

Yang memilukan, setidaknya lebih dari 2.000 hektar lahan pertanian produktif, baik sawah maupun perkebunan masyarakat hancur, tidak hanya mengalami kerusakan skala ringan, sedang dan berat, tapi banyak lahan pertanian yang dinyatakan hilang dan tidak berfungsi lagi.

Dari serangkaian dampak bencana yang melanda wilayah Kabupaten Agam,terutama yang terparah di 7 kecamatan masing-masing Palembayan, Tanjung Raya, Malalak, IV Koto, Palupuah, Matur, Ampek Nagari dan Palupuah , dengan 6 kecamatan lain terdampak diantaranya kecamatan Lubukbasung, Tanjung Mutiara, Kamang Magek, Tilatang Kamang, Sungai Pua, dan beberapa kecamatan lain, dengan total estimasi kerugian mencapai lebih dari Rp.6,5 triliun.

Dampak bencana yang luar bias aitu, membuat seluruh sector di Kabupaten Agam lumpuh, pasalnya ditengah beragam keterbatasan yang dimiliki, termasuk dana yang minim, sehingga sangat mengandal -kan dukungan pemerintah pusat untuk membantu penanganan darurat dan proses pemulihan.

Bupati Agam H.Beni Warlis bersama Sekab.Agam Dr.M.Lutfie,AR,SE,MSi kepada kaba12, menyebut pihaknya mengharapkan dukungan pemerintah pusat, termasuk pemanfaatan pengembalian dana TKD (transper kas daerah) dari pemerintah pusat yang mencapai Rp.165 Miliar untuk proses pemulihan penanganan dampak bencana di berbagai sector.

Disebutkan, saat ini, pihaknya mendorong seluruh OPD Pemkab.Agam untuk memaksimalkan program dan kesiapan kegiatan di lapangan, untuk memacu proses pemulihan dampak bencana di berbagai sector, tidak hanya infrastruktur, tapi juga dibidang pertanian, pendidikan, dan aspek lain yang notabene akan bisa sebagai pendorong kembali bergairahnya aktivitas ekonomi di Kabupaten Agam.

Khusus sector pertanian, Kabupaten Agam,mendapat alokasi bantuan tahap awal sebesar Rp.32 Miliar untuk proses pemulihan area pertanian terdampak bencana, termasuk perbaikan berbagai sarana terdampak yang hancur akibat bencana yang bersumber dari dana APBN 2026.

Bupati Agam H.Beni Warlis menegaskan, pemerintah berupaya maksimal mendorong proses pemulihan seluruh sector terdampak bencana, termasuk sector pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat dan daerah.

Proses pemulihan secara massif dilakukan di seluruh kecamatan terdampak bencana, dimana pemerintah menyediakan dukungan alat berat, tenaga teknis dan perbaikan berbagai sarana pendukung pertanian, yang saat ini progresnya sangat mengesankan.(HARMEN)

Bergerak Cepat, Redam Pesimismes Warga,
Lahan Persawahan Kembali Ditanami

Lubukbasung,kaba12 — Pemerintah bergerak cepat untuk meredam pesimisme dan kesedihan masyarakat, menyusul kerusakan lahan pertanian dampak bencana hidrometeorologi di berbagai kecamatan di Kabupaten Agam.

Semangat Agam Bangkit, betul-betul mendapat respon luar biasa, bahkan dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian yang menurunkan program rehabilitasi lahan pertanian terdampak bencana yang ditangani Ditjen.Lahan dan irigasi yang mengucurkan dana bantuan APBN.

Saat ini, progress pergerakan pemulihan dan rehabilitasi lahan sudah sangat mengesankan. Para petani sudah bergembira, bisa kembali menanami areal persawahan mereka dengan tanaman padi. Bahkan, secara khusus pemerintah memusatkan kegiatan penanaman padi serentak nasi di Nagari Koto Kaciak, kecamatan Tanjung Raya, di areal bekas terdampak bencana.

Perhatian pemerintah dalam penanganan dampak bencana termasuk dalam proses pemulihan saat ini, konsisten dan bergerak cepat.

Seperti disebutkan Wakil Bupati Agam M.Iqbal di berbagai momen, bahwa pemerintah serius dalam penanganan dampak bencana yang terus berlanjut dalam proses pemulihan, khususnya dalam penanganan sector pertanian, infrastruktur dan bidang lain.

Ditegaskan, gerak cepat itu akan sangat menentukan proses pemulihan pasca bencana, dimana pemerintah mentargetkan dalam waktu relative singkat, aktivitas ekonomi warga bisa kembali pulih, tidak hanya lahan pertanian dan perkebunan, tapi juga sector lain, termasuk perbaikan infrastruktur yang menjadi urat nadi ekonomi .

Pernyataan serupa disebutkan Dr.M.Lutfie, Sekretaris Daerah Kabupaten Agam yang menegaskan, saat ini seluruh OPD Pemkab.Agam bergerak,melaksanakan berbagai program pemulihan dampak bencana, yang ditargetkan bisa segera terealisasi.

Secara khusus, Sekab.Agam itu berterimakasih atas perhatian dan dukungan pemerintah propinsi dan pusat, dan berharap seluruh unsur yang ada, terus bergerak di lapangan untuk membantu terlaksananya kegiatan pemulihan secara optimal.

“Dukungan semua pihak akan sangat menentukan, kabupaten Agam masih dalam proses pemulihan, bahkan program perbaikan dan penanganan lapangan yang sudah dirancang. Kita berharap, bulan Juli berbagai kegiatan sudah bisa terlaksana di lapangan, “tegasnya.(HARMEN)

Sektor Pertanian Jadi Fokus Perhatian,
Progress Pemulihan Berjalan Optimal

Lubukbasung,kaba12 — Pemulihan dampak bencana hidrometeorologi 2025 di Kabupaten Agam, khususnya bidang pertanian menjadi salah satu hal krusial yang diburu pemerintah untuk segera diselesaikan dalam waktu dekat.

Bahkan, secara khusus Bupati Agam H.Beni Warlis, memberi PR khusus pada Kadinas Pertanian Agam Heri Prasetyo Wibowo, SP, saat dilantik menggantikan Ir.Arief Restu yang memasuki masa pensiun, untuk proses pemulihan sector pertanian mesti menjadi agenda utama yang harus dituntaskan jajaran Dinas Pertanian bersama elemen terkait.

Pasalnya, Sektor Pertanian menjadi “nyawa ekonomi”bagi masyarakat Kabupaten Agam, yang selama ini mengandalkan sektor pertanian, perkebunan, dan kawasan potensial menjadi sumber pendapatan dan sumber ekonomi utama.

Menurut Heri Prasetyo Wibowo, sesuai instruksi Bupati Agam, pihaknya selaku pimpinan baru di Distan Agam akan berpacu , mendorong optimalnya penanganan yang sudah dilakukan jajaran Dinas Pertanian bersama masyarakat dan kelompok tani dalam beberapa bulan terakhir.

Prasetyo mengaku optimis,dengan kerangka program yang sudah dirancang sebelumnya, apalagi dengan dukungan maksimal dari pemerintah propinsi dan pusat, jajaran Dinas Pertanian Agam akan bisa semakin memacu realisasi pelaksanaan program pemulihan dan rehabilitasi sector pertanian seperti yang ditargetkan.

Apalagi saat ini, dukungan banyak pihak, semakin terlihat, bahkan secara spesifik rehabilitasi lahan pertanian terdampak bencana, sudah memperlihatkan progress yang mengesankan, bahkan diyakinkan dalam waktu dekat, seluruh upaya penanganan akan bisa terealisasi optimal.

Kadistan Agam yang baru menjadi sepekan itu, meyakinkan dengan potensi yang dimiliki Distan Agam, didukung berbagai elemen lapangan, seperti halnya penyuluh lapangan, kelompok tani, para aparatur lapangan, pemerintah nagari dan seluruh unsur yang ada, komitmen untuk merealisasikan program rehabilitasi sector pertanian, dalam rangka pemulihan dampak bencana di kabupaten Agam akan berjalan cepat dan maksimal.

“Tantangan dan tuntutan itu, akan dijawab bersama oleh seluruh elemen yang ada. Kami optimis,dengan perhatian yang besar pimpinan daerah,rehabilitasi sector pertanian yang akan berlanjut dengan berbagai program pemulihan bidang pertanian akan berjalan optimal, “sebutnya serius.

Dukungan banyak pihak dalam pemulihan pasca bencana di sector pertanian sendiri,terlihat berdampak siginifikan di lapangan, terutama dengan pulihnya kondisi areal persawahan warga di wilayah Palembayan,Tanjung Raya, Matur,IV Koto, Malalak dan berbagai kawasan lain. Dibuktikan dengan dimulainya penanaman areal persawahan warga di kawasan yang sebelumnya ditimbun material banjir bandang.(HARMEN)

Progres Rehabilitasi Sektor Pertanian Mengesankan
Distan Agam Optimalkan Pengawasan Lapangan

Lubukbasung,kaba12 — Perkembangan proses rehabilitasi sector pertanian dalam tahapan pemulihan pasca bencana di Kabupaten Agam cukup mengesankan.

Hal itu dibuktikan, per akhir Mei 2026, di beberapa item kegiatan, proses rehabilitasi sudah menyentuh angka 100 persen di berbagai kecamatan, khususnya kegiatan yang menggunakan alat berat.

Walau secara khusus, proses pemulihan total sector pertanian yang terdampak bencana di Kabupaten Agam, khususnya yang masuk dalam data R3P ( Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana) membutuhkan waktu setidak 3 tahun, namun saat ini kemajuan yang diperlihatkan di lapangan cukup mengesankan, bahkan warga sudah bisa memulai kegiatan pertanian di areal persawahan mereka di beberapa kecamatan terdampak.

Menurut Yasriandi,SP, Kabid.PSP Distan Agam,rehabilitasi pertanian pasca bencana melalui dukungan Ditjen Lahan dan Irigasi Kementerian Pertanian RI yang memanfaatkan dana APBN, yang masuk dalam R3P yang penangananya ditargetkan 3 tahun. Saat ini kegiatan pisik sudah berjalan, rehabilitasi sawah menggunakan alat berat sudah 100 persen,

Sesuai data yang diperoleh kaba12, rehabilitasi lahan sawah, saluran irigasi,DAM parik di lahan terdampak bencana di kabupaten Agam, diantaranya rehabilitasi saluran irigasi di 21 unit sudah 100 persen, rehab sawah 311 hektar sudah 94,8 persen, optimasi lahan sawah terdampak 294 hektar sudah mencapai 69 persen, pembangunan DAM parit 35 unit dan jalan usaha tani sudah berjalan.

Sementara untuk tahap lanjutan optimasi lahan sawah terdampak seluas 1.093 hektar, dengan anggaran Rp.29 Miliar dari Ditjenlip Kementrian Pertanian, “kita masih terus melakukan evaluasi termasuk melakukan pengawasan di lapangan, agar progress kegiatan bisa berjalan lebih maksimal, “sebut Yasriandi lagi.(HARMEN)

DPRD Agam Beri Dukungan Optimal,
Rehabilitasi Sektor Pertanian Mutlak

Lubukbasung,kaba12 — Kalangan DPRD Agam memberi dukungan penuh pada pemerintah dalam upaya pemulihan dan rehabilitasi pasca bencana sector pertanian. Pasalnya, sector pertanian menjadi kunci pertanian dalam mendorong pulihnya kondisi ekonomi dan aktivitas masyarakat .

Diharapkan, penanganan dalam rangka proses pemulihan pasca bencana hidrometeorologi bisa bergerak lebih cepat dan lugas,sesuai dukungan dana dari pemerintah pusat, termasuk proses pemulihan infrastruktur pendukung lain, sehingga berbagai ekonomi dan aktivitas masyarakat lainnya bisa kembali berangsur normal.

Harapan itu disebutkan H.M.Risman, Wakil Ketua DPRD Agam yang memberi perhatian khusus pada proses pemulihan dan penanganan dampak bencana hidrometeorologi 2025 yang banyak merusak berbagai sarana-prasarana yang sangat diandalkan masyarakat dalam beraktivitas.

H.M.Risman yang mengaku prihatin dengan kondisi dampak bencana yang melanda hampir seluruh kecamatan di kabupaten Agam, mengaku optimis dengan dukungan pemerintah pusat, dan optimalnya pergerakan yang dilakukan Pemkab.Agam bersama seluruh unsur yang ada, proses pemulihan akan bisa berlangsung cepat.

Secara khusus, DPRD Agam akan terus memberi dukungan dan pengawasan di lapangan, “pengawalan kegiatan di lapangan sangat penting, sehingga berbagai program yang sudah dirancang bisa berjalan lebih maksimal, sehingga berdampak positif bagi aktivitas masyarakat, khususnya dibidang pertanian, karena pertanian adalah andalan bahkan sumber ekonomi mayoritas masyarakat Kabupaten Agam, “tegasnya.(HARMEN)

Pesimisme Warga Diobati Dengan Gerak Cepat Kementan,

Lubukbasung,kaba12 — Pemulihan dan rehabilitasi sector pertanian terdampak bencana hidrometeorologi 2025 di Kabupaten Agam yang berlangsung cepat, mendapat apresiasi dari berbagai pihak.
Bahkan, para petani di beberapa kecamatan yang areal persawahan mereka sudah bisa berfungsi kembali setelah hancur tertimbun material banjir bandang.Saat ini, aktivitas pertanian sudah bisa bergerak dengan lugas, bahkan para petani sudah kembali menanami padi di sawah mereka.

Seperti Rizal Islami, Walinagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan dan Syawaldi, Walinagari Koto Kaciak, kecamatan Tanjung Raya, yang menyampaikan terimakasih yang luar biasa, atas perhatian dan dukungan dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pertanian yang sudah sudah mengucurkan bantuan rehabilitasi lahan pertanian dampak bencana.

Bahkan, sebelumnya para walinagari bersama warga setempat mengaku sebelimnya sangat pesimis, areal pertanian khususnya sawah yang tertimbun material banjir bandang itu akan bisa dibenahi, bahkan warga sempat kehilangan harapan untuk bisa kembali mengolah lahan persawahan mereka.

“Memang, sebelumnya kami sangat pesimis, lahan persawahan yang tertimbun lumpur dan batu-batu besar, bisa dibenahi dan bisa kembali digunakan, “ungkap Syawaldi, Walinagari Koto Kaciak.

Namun, dengan program rehabilitasi lahan pertanian yang diturunkan Kementan RI, 70 hektar lahan warga yang rusak akibat bencana, sudah bisa kembali aktif, bahkan saat ini sudah kembali ditanami, “kami atas nama warga sangat berterimakasih pada pak Menteri Pertanian dan jajarannya, serta jajaran Pemkab.Agam serta Dinas Pertanian Agam, hal ini sangat luar biasa, “ungkapnya.

Hal serupa disebutkan Rizal Islami, Walinagari Salareh Aia yang mengaku awalnya pesimis, areal pertanian yang hancur akibat bencana, bisa kembali dibenahi dan saat ini sudah kembali dimanfaatkan masyarakat, “ini hal yang luar biasa, warga kami kembali bergerak, respon cepat pemerintah sangat membantu masyarakat, kami sangat berterimakasih, “ungkapnya.(HARMEN)

0Shares
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 5   +   3   =  

To Top