Lubukbasung,kaba12 — Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang ( DPUTR ) Kabupaten Agam kelola Rp.120 Miliar dari total Rp.165 Miliar dana Transper Kas Daerah (TKD) yang dikembalikan pemerintah pusat ke Pemkab.Agam tahun 2026, menyusul dampak bencana yang terjadi November 2025 lalu.
Dijadualkan, seluruh paket kegiatan pisik penanganan dampak bencana, khususnya perbaikan dan pemulihan infrastruktur vital yang hancur akibat terjangan banjir bandang dan tanah longsor akan mulai dilaksanakan di lapangan sekitar awal Juli mendatang.
Saat ini, unsur terkait di Pemkab.Agam bersama DPUTR Agam tengah dilakukan penyusunan dokumen perencanaan, dan direncanakan proses pengadaan barang dan jasa akan dilaksanakan akhir Juni, setelah seluruh perangkat pendukung yang berkaitan dengan pelelangan barang dan jasa dirampungkan.

Hal itu dijelaskasn Orfizon, Kadinas PU Agam menjawab kaba12, menyusul perkembangan penanganan dampak bencana yang terjadi, khususnya dalam bidang infrastruktur yang menjadi kewenangan dan tanggungjawab Pemkab.Agam sesuai regulasi yang ada.
Dijelaskan Ofrizon, saat ini,tim DPUTR Agam masih melakukan serangkaian pematangan dan survei ke seluruh wilayah terdampak, dan sudah terdata secara spesifik item-item penanganan yang akan dilakukan, khususnya dalam kaitan sarana terdampak prioritas untuk mendukung aktivitas masyarakat.
Secara umum, Kadinas PUTR Agam itu menyebutkan, pihaknya sudah mempersiapkan kegiatan penanganan untuk peningkatan jaringan irigasi permukaan, dimana akan dilakukan pembangunan dan rehab irigasi di 23 titik daerah irigasi.
Kemudian, rekonstruksi jalan kabupaten di 22 ruas jalan, pembanguan 19 unit jembatan yang terdiri dari jembatan gantung, jembatan balley dan komposit. Pembangunan sistim pengelolaan air minum (SPAM) perpipaan di 8 lokasi dan 1 lokasi pembangunan dan rehabilitasi drainase lingkungan.


“Kami tengah mengoptimalkan seluruh persiapan, tidak hanya survei dan pematangan perencanaan, tapi juga proses persiapan administrasi pendukung, sebelum dilakukan pelelangan untuk pengadaan barang dan jasa sesuai paket kegiatan yang sudah disiapkan, “jelas Ofrizon.
Kepala DPUTR Agam itu menegaskan,sesuai instruksi Bupati Agam, pihaknya berupaya maksimal secepatnya merampungkan seluruh proses perencanaan dan persiapan lainnya, agar penanganan sarana infrastruktur terdampak bencana hidrometeorologi 2025 dan serentetan dampak bencana awal tahun 2026, bisa langsung ditangani secara maksimal.


“ Sangat berharap seluruh tahapan segera rampung, agar aktivitas masyarakat, baik dibidang pertanian, irigasi, akses transportasi,sarana air bersih dan lainnya bisa kembali pulih sesuai harapan masyarakat luas, “ulas Ofirzon lagi.
(HARMEN)