Satpol PP dan Damkar

Damkar Agam Tak Berdaya Padamkan Api di Koto Gadang, 2 Armada Rusak, Droping Armada Dari Tiku Kehabisan BBM

Lubukbasung,kaba12 — Warga Nagari Koto Gadang, khususnya di kawasan Suak, Jorong Ateh, Nagari Koto Gadang VI Koto , Kecamatan Tanjung Raya, sampaikan protes keras dan yang sangat kecewa pada Pemkab.Agam, khususnya Damkar Agam, yang tidak menurunkan armada pemadam kebakaran untuk membantu memadamkan kobaran api yang menghanguskan 1 unit rumah, 2 kendaraan bahkan 1 warga terluka akibat kebakran dahsyat Kamis, (2/4/2026) sore.

Kobaran api, terpaksa hanya dibiarkan warga saking besarnya jilatan api. Upaya pemadaman secara manual oleh puluhan warga setempat,juga tidak membuahkan hasil maksimal, sehingga dampak musibah itu memicu kerugian yang cukup besar, karena selain bangunan rumah permanen, 1 unit mobil, 1 unit motor dan seluruh peralatan yang ada dalam rumah tidak ada yang bisa diselamatkan.

Informasi yang diperoleh kaba12 justru mendapatkan data yang “memilukan” pasalnya, seperti yang diberitakan sebelumnya, seluruh armada Damkar Agam yang ada saat ini, kondisinya sangat tidak memadai. 1 armada rusak parah, 1 armada dalam proses perbaikan, sementara 1 armada yang standby di pos Damkar Tiku, justru kehabisan BBM saat berupaya memberikan pertolongan ke lokasi kejadian di Koto Gadang.

Kondisi itu dibenarkan Fauzi, Kepala Satpol.PP-Damkar Agam,waktu dikonfirmasi kaba12 via ponselnya Kamis,(2/4/2026) malam.

Fauzi secara terbuka mengakui kondisi yang terjadi dan meminta maaf akan segala kondisi yang ada saat ini, sehingga pihaknya tidak bisa memberikan pelayanan dan dukungan yang diharapkan seperti sedia kala pada masyarakat, khususnya warga terdampak kejadian kebakaran.

Dijelaskan Fauzi, terkait dengan kondisi kejadian kebakaran di Suak, Jorong Ateh, Nagari Koto Gadang VI Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kamis sore, pihaknya saat kejadian sudah mendapat laporan, dan langsung bergerak memberi dukungan bantuan.

Setelah dicek kondisi 3 armada yang ada, 1 kendaraan sama sekali tidak bisa diturunkan karena terdampak bencana banjir bandang di Sungai Batang, yang hingga kini tidak diperbaiki karena ketiadaan dana perbaikan. 1 armada lain, juga tengah dalam perbaikan, dan saat kejadian kebakaran masih dalam proses perbaikan dan tidak bisa digunakan saat itu.

Sementara 1 armada lain, yakni armada fuso, justru tidak bisa diturunkan karena kondisi jalan di lokasi kejadian sangat sempit dan kecil.

Untuk membantu proses pemadaman api di Koto Gadang, ulas Fauzi, pihaknya menginstruksikan untuk menurunkan armada yang siaga di pos Damkar Tiku, “namun ditengah perjalanan, masih di wilayah Lubukbasung, armada dari Tiku justru kehabisan BBM ( barangin ) sehingga tiba-tiba mogok dan tidak bisa lagi berjalan, sehingga kendaraan bantuan pemadaman tidak sampai ke lokasi kejadian, “sebut Fauzi dengan nada pelan.

Menjawab kaba12, jika masalah BBM, apakah tidak bisa dibeli ditengah jalan?, Fauzi mengamini hal itu, “personil tidak bisa menemukan BBM jenis solar yang dijual eceran menjelang ke SPBU di Lubukbasung, sehingga armada tidak bisa jalan, “sebutnya.

(HARMEN)

0Shares
Damkar Agam Tak Berdaya Padamkan Api di Koto Gadang, 2 Armada Rusak, Droping Armada Dari Tiku Kehabisan BBM
To Top