Lubukbasung,kaba12 — Pemadam Kebakaran Kabupaten Agam butuh perhatian khusus, menyusul makin memprihatinkannya kondisi sarana yang dimiliki.
Saat ini, tercatat dari 7 armada yang tercatat sebagai asset, hanya 5 armada yang bisa beroperasi, itupun dengan kondisi yang memprihatinkan.
Padahalnya, tugas Damkar Agam yang segala keterbatasan yang dimiliki, harus melayani masyarakat yang tersebar di 16 kecamatan dengan 92 nagari, dengan intensitas kasus kebakaran yang terus mengalami peningkatan setiap tahun.
Sementara, upaya untuk mendapatkan dukungan dan tambahan sarana masih sangat sulit dilakukan, mengingat kondisi keuangan daerah yang minim, termasuk tidak adanya alokasi khusus untuk penyediaan saran vital, karena sangat krusial bagi warga Kabupaten Agam.
Waktu dikonfirmasi kaba12, Kepala Satpol.PP-Damkar Agam Fauzi,STTP, MSi, membenarkan kondisi minimnya sarana pendukung yang harus siap diterjunkan setiap saat membantu warga. Tidak hanya untuk pemadaman kebakaran, tapi juga untuk membantu penanganan bencana, dan permintaan pertolongan dari masyarakat.

Kepala Satpol.PP-Damkar Agam Fauzi,STTP, MSi
Dijelaskan, untuk operasional, saat ini hanya 5 unit armada pemadam yang dianggap layak untuk diterjunkan ke lapangan, itupun kondisinya sudah sangat memprihatinkan, sementara 2 armada lainnya rusak berat, termasuk yang dibenamkan lumpur saat membantu penanganan dampak bencana banjir bandang di Sungai Batang, Tanjung Raya, tahun 2025 lalu.

Gambar Dokumen
Menjawab kaba12, terkait upaya yang dilakukan pihaknya untuk penyediaan sarana pemadam kebakaran di Kabupaten Agam itu, Fauzi menyebutkan, pihaknya sudah berupaya mencari solusi termasuk mengajukan permohonan pada pemerintah pusat, melalui Kemendagri, termasuk permohonan untuk mendapatkan hibah dari Pemprov. Jakarta.
“Mudah-mudahan dari upaya yang kita lakukan, bisa membuahkan hasil, karena belum ada solusi lain untuk mendapatkan dukungan tambahan armada, karena kondisi keuangan daerah dan efisiensi yang harus dilakukan, walau sebetulnya sudah sejak lama kita usulkan, “sebut Fauzi lagi.
Sementara informasi yang diperoleh kaba12, seluruh armada yang ada saat ini, penempatannya juga dibagidi 4 pos, masing-masing di posko utama di Lubukbasung, di posko Tiku, Tanjung Raya, posko Sungai Tanang, Banuhampu dan posko Biaro, kecamatan Ampek Angkek, yang seluruhnya harus dipaksakan turun, jika terjadi kejadian kebakaran.
(HARMEN)