Lubukbasung,kaba12 — Kalangan petani di Kabupaten Agam masih dihadapkan pada persoalan berat, menyusul langkanya pasokan pupuk bersubsidi beberapa waktu belakangan. Saat ini, beberapa jenis pupuk bersubsidi yang sangat dibutuhkan oleh kalangan petani baik untuk padi sawah, kebun jagung dan berbagai komoditi, menghilang di pasaran.
Kalaupun ada stok pupuk, kalangan petani harus membeli dengan harga yang sangat mahal, jauh diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) seperti yang ditetapkan pemerintah.Bahkan saat ini, harga jual satu karung pupuk jenis NPK-Urea bisa di kirasan Rp.120.000-Rp.150.000 per karung,jauh dibanding harga pupuk subsidi yang maksimal mencapai Rp90.000 per karung.
Kondisi itu dikeluhkan beberapa petani jagung, diantaranya H.Masri Uwo, yang menyebut makin sulitnya mendapatkan pupuk saat ini, terutama saat jadual pemupukan harus dilakukan untuk tanaman jagung yang dikembangkan di kawasan Parik Rantang, Lubukbasung.
Bahkan, keluhan yang sama disebutkan beberapa petani, yang harus membeli pupuk dengan harga yang relative tinggi, sehingga berdampak semakin tingginya biaya yang harus dikeluarkan untuk pengembangan perkebunan jagung, “entah sampai kapan kondisi ini berlangsung, kami semakin kewalahan, sementara tanaman harus dipupuk, “ungkapnya.
Kondisi itu diamini Kadinas Pertanian Agam Ir.Arief Restu yang menyebut, beberapa waktu lalu pasokan pupuk dari pabrik tersendat ke berbagai kecamatan di Kabupaten Agam.
Namun, disebutkan beberapa waktu belakangan di beberapa kecamatan, pasokan pupuk sudah mulai masuk, tapi di wilayah kecamatan Lubukbasung belum, “sebelumnya memang, pasokan pupuk yang tersendat, terutama urea,saat ini di beberapa kecamatan sudah mulai normal, “jelasnya.
Kadinas Pertanian Agam itu menyebutkan, pihaknya akan langsung menghubungi distributor pupuk yang memasok ke wilayah Kabupaten Agam, “kita akan pantau langsung perkembangannya, “ulas Arief Restu.
(HARMEN)