Kaba Agam

Tanjung Raya Porak-Poranda, Banjir Bandang Tak Henti Menerjang

Lubukbasung,kaba12 — Wilayah Kecamatan Tanjung Raya merupakan kawasan terparah dilanda bencana di Kabupaten Agam. Sejak akhir November tahun lalu, berbagai wilayah nagari dihantam banjir bandang, tanah longsor dan banjir besar yang memicu dampak luar biasa terhadap masyarakat.

Tidak hanya menyebabkan 14 warga jadi korban meninggal, ribuan areal pertanian, usaha perikanan, rumah penduduk, jalan, jembatan dan berbagai sarana vital lain, hancur diterjang galodo.

Bahkan, hingga Jumat, (2/1/2026), terjangan banjir bandang masih terus mengincar berbagai titik, terutama kawasan Jorong Pasa Maninjau, Nagari Maninjau, jorong Bancah, Nagari Maninjau, Nagari Sungai Batang, termasuk wilayah Nagari Koto Kaciak dan berbagai titik lain, yang masih sangat rawan terpicu bencana jika kondisi cuaca memburuk.

Pantauan kaba12, wilayah Tanjung Raya, khususnya di 4 nagari di wilayah itu, porak poranda diterjang banjir bandang yang seakan tak pernah berhenti sejak sepekan terakhir. Wilayah Pasar Maninjau, menjadi titik terparah dampak ambruknya pebukitan di area kelok 25 dan 28 ruas kelok 44, di wilayah Jorong Kuok III Koto, Nagari Matua Mudiak, kecamatan Matur, yang longsorannya membangun garis lurus kearah Maninjau sampai ke tepian danau Maninjau.

Dampak terjangan banjir bandang, merusak ratusan rumah warga, sampai saat ini 314 warga terpaksa mengungsi, bahkan beberapa objek vital seperti SMAN 1 Maninjau, Mapolsek Tanjung Raya, Kantor Camat Tanjung Raya, Lapas Maninjau dan area pemukiman yang ada, siaga menahan ancaman banjir bandang yang saat ini mengintai.

Bahkan, hingga Jumat, (2/1/2026) sore, akses jalan penghubung Lubukbasung-Bukittinggi masih ditutup, karena alat berat masih membersihkan material lumpur dan batu-batu yang memenuhi badan jalan, termasuk areal di sepanjang jalur simpang 4 Maninjau menuju kantor camat Tanjung Raya, serta titik lain.

“Akses jalan masih belum bisa dilewati, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Masih banyak material yang memenuhi badan jalan, apalagi kondisi cuaca masih hujan lebat, “sebut Eki Marlinda, Kabid.Kerjasama-Informasi Publik Diskominfo Agam, Abdul Gofur, Kabid.KL BPBD Agam dan AKP Muzakar,Kapolsek Tanjung Raya.

Upaya antisipasi dan penanganan khusus untuk menahan ancaman banjir bandang dan longsoran tanah dari pebukitan di ruas kelok 44 yang mengarah ke wilayah Maninjau itu, sangat sulit dilakukan. Selain medan yang sangat berat, alur bekas tumpahan longsor di pebukitan itu, debitnya sangat besar dan menyebar di berbagai titik, sehingga dibutuhkan ahli dan penanganan khusus.

(HARMEN)

0Shares
Tanjung Raya Porak-Poranda, Banjir Bandang Tak Henti Menerjang
To Top